Senin, 06 Desember 2010

MICROSOFT ACCESS

1.Pengertian Access

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.


2.Sejarah

Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.

Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.

Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).


3.Penggunaan

Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.

Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.

Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.


4.Berikut bebrapa kelebihan dan kelemahan menggunakan Microsoft Access:

Kelebihan FORM dan SubFORM pada MS Access:
a. Kecepatan untuk memuat aplikasi sederhana
b. Kemudahan dalam mengubungkan antara Tabel Umum dengan Tabel Detailsnya karenanya menggunakan Relationship saja.
c. Bisa langsung diatur mana yang akan ditampilkan dan mana yang tidak ditampilkan.
d. Kemudahan untuk EDIT, Tambah, dan Hapus
e. Tidak terlalu banyak program tambahan, semua bisa dan serba wizard.

Kekurangan FORM dan SubFORM pada MS Access:
a. Tidak cocok untuk aplikasi yang kompleks
b. MS Access bukanlah sebuah platform Database yang cepat jika digunakan multi user
c. Harus menggunakan standard VB Script, yang kadang kadang conflik dengan Antivirus kita dan sering timbul pesan error.
d. Agak susah jika kita menginginkan feature tambahan
e. Orang bisa saja langsung merubah, bahkan menghapus data.


5.Fitur

Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.

Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya.

Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.

Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.


6.Pengembangan dengan Access

Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL.

DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.

Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru


SUMBER

id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
kunai27.blogspot.com/2007/11/microsoft-access.html

FIREBIRD

1.Pengertian Firebird

Firebird (juga disebut Firebirdsql) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland.

Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer's Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.


2.Sejarah

Pengembangan codebase Firebird 2 dimulai pada awal pengembangan Firebird 1, dengan memporting kode Firebird 1 berbasis C ke dalam bahasa C++ dan merupakan pembersihan kode secara besar-besaran. Firebird 1.5 merupakan rilis pertama dari codebase Firebird 2. Pengembangan ini merupakan satu kemajuan signifikan bagi para developer dan seluruh tim dalam project Firebird, namun tentu ini bukan akhir dari tujuan. Dengan dirilisnya Firebird 1.5, pengembangan lebih lanjut difokuskan pada Firebird versi 2.

Firebird dikembangkan dari codebase interbase versi 6.0 yang open source. Interbase adalah aplikasi database yang telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan dan dalam beberapa nama yang berbeda. Terakhir dikembangkan oleh Borland dan borland juga yang telah membuat Interbase versi 6.0 menjadi open source, walapun borland kemudian merubah interbase menjadi closed source kembali pada versi 6.5 dan seterusnya hingga kini versi 7.1.
Ada beberapa komunitas yang mengembangkan interbase open source ini, diantaranya adalah Firebird Foundation, yaffil, vulcan dan fyracle. Namun semua root development tersebut rencananya akan digabungkan menjadi 1 root development dengan nama firebird pada firebird versi 3.0 keatas.


3.Pengguna Firebird

Open source DBMS ini dimotori oleh para developer Interbase 6.x open-source. Jika pernah menggunakan produk-produk RDBMS, seperti Ms-SQL Server, Oracle, DB2, Informix, dan lain-lain, kita tidak akan kesulitan dalam mengenal Firebird. Mengapa Firebird? banyak orang menggunakan produk RDBMS yang sudah populer, dan harganya pun sangat mahal, sehingga banyak yang ingin belajar harus mencari versi ‘bajakan’ dari produk tersebut untuk bisa belajar. Alasannya sederhana, ingin belajar RDBMS berkelas enterprise tetapi tidak usah membayar.

Kalangan-kalangan seperti inilah yang seringkali memanfaatkan Firebird. Produk ini gratis dan berkelas enterprise. Selain itu Firebird juga digunakan para pelaku bisnis, mereka ingin solusi sistem informasi berskala besar (enterprise), namun mereka juga ingin menghindari harga yang sangat mahal dan biaya maintenance yang juga sangat mahal. Produk ini mampu bersaing dengan produk-produk berkelas seperti Ms-SQL Server atau Oracle sekalipun, dalam segala hal fitur, kecepatan, performa, apapun anda menamakannya, Firebird benar-benar bisa dibandingkan,dan yang lebih penting Firebird is totally Free.

Kalau memang Firebird Hebat, berkelas, dan gratis, mengapa Firebird kurang populer saat ini? jawabannya sederhana, Firebird mempunyai developer yang tangguh, support yang tangguh, tetapi Firebird tidak mempunyai marketing yang tangguh.


4.Mengapa Firebird

Beberapa alasan yang menjadikan penulis memilih Firebird sebagai database pilihan diantaranya adalah:
1. Kemudahan installasi
2. Memiliki fitur standard yang lumayan lengkap (Stored Procedure, View, Trigger)
3. Database hanya 1 file atau multispan file
4. Memiliki fitur Embeded Server
5. Dukungan pada banyak platform (windows, linux, unix)
6. Footprint yang kecil
7. Dukungan pada UDF
8. Komunitas yang besar
9. Dukungan driver yang luas

Kemudahan penggunaaan dari firebird cukup memberikan banyak pilihan, baik untuk menjadikan Firebird sebagai database embeded seperti untuk aplikasi dalam CD Rom ataupun sebagai database enterprise. Meski diakui hingga firebird 1.5 belum banyak fitur yang mendukung kebutuhan enterprise secara built in, namun prospek ke depan dari database ini sangat baik.


5.Kemampuan dan Kelebihan Firebird

Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Firebird (ini bisa dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh MySQL). Firebird memiliki rata-rata fasilitas yang dimiliki oleh sebuah komersial database misalnya seperti stored procedure, trigger, sistem backup, replikasi dan tools sql yang lengkap. Firebird juga support dengan ANSI SQL yang berarti akan semakin memudahkan Anda dalam proses migrasi antar database platform.

Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain:

(1) Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).

(2) Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.

(3) Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-versionconcurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock.

(4) Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.

(5) Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. (6) Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database.

(7) Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source.

(8) Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini.

(9) Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. Kalau di luar negeri sudah sangat banyak sekali komunitasnya, mulai dari komunitas developer, Firebird architect, Firebird test dan lain sebagainya. Anda bisa mencarinya di Yahoo! Groups www.yahoogroups.com) dengan kata kunci Firebird.


6.Beberapa Kekurangannya

Hingga Firebird 1.5.2, ada beberapa kelemahan yang ditemukan oleh penulis yang dirasakan cukup menganggu, namun sudah banyak yang telah diperbaiki di versi 2.0, diantaranya adalah:
1. Belum mendukung derived table (FB 2.0 sudah mendukung)
2. Query Plan yang kurang optimize (FB2.0 sudah diperbaiki). Disini saya telah melakukan pengujian kecil, yaitu dengan menjalankan suatu query yang melibatkan penggunaan correlated query dan fungsi coalesce, di FB1.5 membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari pada di FB2.0
3. Tidak dapat mempergunakan alias kolom dalam where clause sehingga cukup menyulitkan jika kita pergunakan corelated query. (FB 2.0 sudah diperbaiki)
4. Built in function yang masih sedikit.


7.Log perubahan

Versi stable yang ada saat ini adalah Firebird 1.5.3. Rilis ini merepresentasikan komitmen dari Project Firebird pada developer dan membawa sejumlah pembaruan dalam Firebird sebagai salah satu database open source yang terkenal.

Versi yang mengacu pada pemanfaatan Native Posix Thread Library yang terdapat pada Linux seperti pada release notes tersedia pada area download Firebird.


8.Perubahan dari versi sebelumnya

Rilis baru ini membawa pembaruan dalam penggunaan charset yang mengijinkan penggunaan NONE sebagai charset transparan. Perubahan ini dilakukan pada inti internal untuk membuat charset NONE tersebut lebih mudah untuk digunakan pada proses manipulasi data dari atau pada field-field yang menggunakan charset lain.

Rilis ini juga menambahkan basis konfigurasi yang memungkinkan server untuk membatalkan proses yang berjalan terkait dengan kebutuhan debugging saat saat melakukan analisis kesalahan (bugcheck) ataupun eksepsi terstruktur (structured exceptions).

Versi Firebird superserver sebelumnya memiliki serangkaian isu backward compatibility terkait dengan link-time dengan NPTL (Native POSIX Thread Library) yang bisa membuat distro linux yang mengaktifkan library NPTL menjadi tidak stabil, namun di versi yang terbaru saat ini, masalah-masalah tersebut telah terselesaikan.

Rilis yang ada saat ini direpresentasikan sebagai major upgrade dari sisi database engine, yang selama ini telah dikerjakan oleh tim independen yang terdiri atas sejumlah programmer lepasan dari Source code InterBase(tm) yang dirilis oleh Borland dibawah lisensi InterBase Public License v.1.0 pada tanggal 25 Juli 2000.


9.Konflik penamaan

Pada bulan April 2003, Yayasan Mozilla memutuskan mengganti nama web browser mereka dari Phoenix menjadi Firebird. Keputusan ini ditanggapi dengan serius oleh proyek Firebird Database dengan asumsi bahwa hal tersebut bisa membingungkan user karena dua produk berbeda menggunakan nama yang identik. Protes atas hal ini berlanjut hingga para pengembang Mozilla membuat satu pernyataan yang jelas bahwa nama Firebird dalam kenyataannya adalah Mozilla Firebird. Pernyataan ini juga membuat memperjelas bahwa nama Mozilla Firebird merupakan sebuah codename atas proyek web browser yang tengah dikerjakan oleh Mozilla. Pada tanggal 9 Februari 2004, Mozilla akhirnya mengganti kembali nama browser mereka sebagai Mozilla Firefox, Dengan demikian hal tersebut secara otomatis menghilangkan kebingungan para pengguna.


SUMBER

id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

iwancs.wordpress.com/2006/03/07/pengenalan-firebird/

Kamis, 02 Desember 2010

TABEL GAJI


NO

NAMA

JABATAN

GOLONGAN

GAJI

01

Lina

Direktur

D-2

5.500.000

02

Vivi

Sekretaris

C-1

5.000.000

03

Anisa

Administrasi

D-3

2.000.000

04

Wizi

Sekretaris

D-2

2.500.000

05

Liani

Manager

D-3

2.000.000

06

Yeni

Sekretaris

C-2

4.000.000

07

Sugistasia

Manager

C-2

4.000.000

08

Mila

Direktur

D-1

5.500.000

09

Sari

Administrasi

D-1

3.000.000

10

Mita

Sekretaris

C-2

4.000.000


Creat à Creat table gaji

(NO char (5) not null, nama char (50) not null, jabatan char (25) not null, golongan char (5) not null, gaji char (15).

Primary key (NO))


Insert à Insert into table gaji values (‘01’,’Lina’,’Direktur’,’D-2’,’5.500.000’);

Insert into table gaji values (‘02’,’Vivi’,’Sekretaris’,’C-1’,’5.500.000’);

Insert into table gaji values (‘03’,’Anisa’,’Administrasi’,’D-3’,’2.000.000’);

Insert into table gaji values (‘04’,’Wizi’,’Sekretaris’,’D2’,’2.500.000’);

Insert into table gaji values (‘05’,’Liani’,’Manajer’,’D-3’,’2.000.000’);

Insert into table gaji values (‘06’,’Yeni’,’Sekretaris’,’C-2’,’4.000.000’);

Insert into table gaji values (‘07’,’Sugistasia’,’Manajer’,’C-2’,’4.000.000’);

Insert into table gaji values (‘08’,’Mila’,’Direktur’,’D-1’,’5.500.000’);

Insert into table gaji values (‘09’,’Sari’,’Administrasi’,’D-1’,’3.000.000’);

Insert into table gaji values (‘10’,’Sekretaris’,’Sekretaris’,’C-2’,’4.000.000’);

TABEL KARYAWAN

TABEL KARYAWAN

NIP

Nama

Alamat

020201

Lina

Medan

020202

Vivi

Medan

020203

Anisa

Medan

020204

Wizi

Jakarta

020205

Liani

Jakarta

020206

Yeni

Medan

020207

Sugistasia

Jakarta

020208

Mila

Jakarta

020209

Sari

Medan

020210

Mita

Medan


Creat à creat table karyawan

(NIP char (6) not null, nama char (50) not null, kata char (20),

Primary key (NIP).


Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020201’,’Lina’,’Medan);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020203’,’Anisa’,’Medan);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020202’,’Vivi’,’Medan);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020204’,’Wizi’,’Jakarta);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020205’,’Liani’,’Jakarta);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020206’,’Yeni’,’Medan);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020207’,’Sugistasia’,’Jakarta);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020208’,’Mila’,’Jakarta);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020209’,’Sari’,’Medan);

Insert à Insert into table karyawan values ( ‘020210’,’Mita’,’Medan);


Select à * Tabel Karyawan ;

DB2

Pengertian DB2


IBM DB2 Enterprise Server Edition adalah server database model relasional yang dikembangkan oleh IBM. Ini terutama berjalan pada Unix (yaitu AIX), Linux, IBM i (dahulu OS/400), z / OS dan Windows server. DB2 juga kekuatan IBM yang berbeda InfoSphere edisi Gudang. Di samping DB2 RDBMS lain: Informix, yang diakuisisi oleh IBM pada tahun 2001.
Isi


Sejarah

DB2 memiliki sejarah yang panjang dan dianggap oleh banyak telah menjadi produk pertama yang menggunakan database SQL (juga dikembangkan oleh IBM) walaupun Oracle merilis produk database komersial SQL agak lebih awal dari IBM lakukan.

The DB2 Nama pertama kali diberikan kepada Database Management System atau DBMS yang pada tahun 1983 ketika IBM merilis DB2 pada platform mainframe yang MVS. Sebelum ini, produk serupa bernama SQL / DS pada platform VM. Sistem sebelumnya 38 platform juga berisi DBMS relasional. Sistem Relasional, atau Sistem R, adalah prototipe riset yang dikembangkan pada tahun 1970an. DB2 berakar kembali ke awal tujuh puluhan ketika EF Codd, bekerja
untuk IBM, menggambarkan teori database relasional dan pada Juni 1970 menerbitkan model untuk manipulasi data. Untuk menerapkan model Codd diperlukan suatu bahasa database relasional yang bernama Alpha. Pada waktu itu IBM tidak percaya pada potensi ide Codd, meninggalkan pelaksanaannya kepada sekelompok programmer tidak di bawah pengawasan Codd, yang melanggar beberapa dasar-dasar model relasional Codd's, hasilnya adalah Inggris Structured Query Language atau Sekuel. Ketika IBM meluncurkan produk relational database pertama, mereka ingin memiliki sub-bahasa komersial yang berkualitas juga, sehingga dibongkar sekuel dan berganti nama menjadi bahasa pada dasarnya baru (Sistem Query Language) SQL untuk membedakannya dari sekuel.

Ketika Informix diperoleh ilustrasi dan membuat mesin database mereka sebuah DBMS objek-SQL dengan memperkenalkan mereka Universal Server, Oracle dan IBM baik mengikuti dengan mengubah mesin database mereka untuk mampu ekstensi object-relational. Pada tahun 2001, IBM membeli Informix dan tahun-tahun berikutnya teknologi Informix dimasukkan ke dalam rangkaian produk DB2. Hari ini, DB2 teknis dapat dianggap sebagai obyek DBMS-SQL.

Untuk beberapa DB2 tahun, sebagai DBMS penuh fungsi, secara eksklusif tersedia pada mainframe IBM. Kemudian IBM DB2 dibawa ke platform lainnya, termasuk OS / 2, UNIX dan Windows server, maka Linux (termasuk Linux di zSeries) dan PDA. Proses ini terjadi melalui 1990-an. Inspirasi untuk versi mainframe arsitektur DB2 datang di bagian dari IBM DL / I dan IBM IMS, kedua database hirarkis. DB2 juga tertanam dalam sistem operasi i5/OS untuk IBM System i (iSeries, AS/400 sebelumnya), dan versi yang tersedia untuk z / VSE dan z / VM.

Versi sebelumnya kode yang akan menjadi DB2 LUW (Linux, Unix, Windows) adalah bagian dari komponen Edisi Extended dari OS / 2 Database Manager disebut. IBM memperluas fungsionalitas dari Database Manager beberapa kali, termasuk penambahan fungsi basis data terdistribusi yang memungkinkan berbagi akses ke database di lokasi terpencil di LAN. IBM akhirnya menyatakan bahwa kompleksitas dapat diatasi ada dalam kode Manager Database, dan mengambil keputusan yang sulit untuk menulis ulang sepenuhnya perangkat lunak dalam mereka Toronto Lab. Versi baru dari Database Manager, yang disebut mainframe DB2 seperti orang tua nya, berlari pada OS / 2 dan platform RS/6000, disebut DB2 / 2 dan DB2/6000 masing-masing. Versi lain dari DB2, dengan basis kode yang berbeda, mengikuti yang sama '/' konvensi penamaan dan menjadi DB2/400 (untuk AS/400), DB2/VSE (untuk DOS / VSE lingkungan) dan DB2/VM (untuk VM sistem operasi). pengacara IBM berhenti ini konvensi penamaan berguna dari yang digunakan dan memutuskan bahwa semua produk yang dibutuhkan untuk disebut "produk UNTUK platform" (misalnya, DB2 untuk OS/390). Iterasi berikutnya dari mainframe dan produk-produk berbasis server diberi nama DB2 Universal Database (atau UDB DB2), nama yang sudah digunakan untuk versi Linux-Unix-Windows, dengan pengenalan kebingungan meluas di mana versi (mainframe atau server) dari DBMS adalah dirujuk. Pada titik ini, versi mainframe DB2 dan versi server DB2 yang dikodekan dalam bahasa yang sama sekali berbeda (PL / S untuk mainframe dan C untuk server), tetapi berbagi fungsi yang sama dan menggunakan arsitektur yang umum untuk optimasi SQL: yang Starburst Optimizer.

Selama DB2 tahun telah baik perangkat keras dan didorong banyak dimanfaatkan, terutama pada IBM System z dengan fitur seperti berbagi data Paralel Sysplex. Bahkan, DB2 UDB Versi 8 untuk z / OS sekarang memerlukan sistem 64-bit dan tidak bisa berjalan di prosesor sebelumnya, dan DB2 untuk z / OS mempertahankan perbedaan perangkat lunak tertentu yang unik dalam rangka untuk melayani pelanggan yang canggih. Meskipun pernyataan terbesar dari software-hardware-evolusi co adalah mainframe IBM, untuk beberapa hal yang fenomena terjadi pada platform lain, sebagai insinyur perangkat lunak IBM berkolaborasi dengan rekan perangkat keras mereka.

Pada pertengahan 1990-an, IBM DB2 merilis sebuah implementasi berkerumun disebut Edition Paralel DB2, yang awalnya berlari AIX. Edisi ini memungkinkan skalabilitas dengan menyediakan sebuah arsitektur apa-apa bersama, di mana sebuah database tunggal yang besar dipartisi beberapa DB2 di server yang berkomunikasi melalui interkoneksi kecepatan tinggi. Edisi DB2 akhirnya porting ke semua (LUW) platform Linux, UNIX, dan Windows dan diganti namanya menjadi DB2 Extended Enterprise Edition (EEE). IBM sekarang mengacu pada produk ini sebagai Database Fitur Partisi (DPF) dan menjualnya sebagai add-on untuk DB2 Enterprise produk andalan mereka.

Pada pertengahan tahun 2006, IBM mengumumkan "Viper," yang merupakan nama kode untuk DB2 9 pada kedua platform didistribusikan dan z / OS. DB2 9 untuk z / OS diumumkan pada awal tahun 2007. IBM mengklaim bahwa DB2 baru database relasional pertama untuk menyimpan XML "native". perangkat tambahan lainnya termasuk perbaikan OLTP terkait untuk platform didistribusikan, intelijen bisnis / perbaikan data pergudangan terkait untuk z / OS, lebih self-tuning dan fitur pengelolaan diri, tambahan 64-bit eksploitasi (khususnya untuk penyimpanan virtual pada z / OS), disimpan kinerja perangkat tambahan prosedur untuk z / OS, dan konvergensi lanjutan dari kosakata SQL antara z / OS platform dan didistribusikan.

Pada bulan Oktober 2007, IBM mengumumkan "Viper 2" yang merupakan nama kode untuk DB2 9.5 pada platform didistribusikan. Ada tiga tema kunci untuk rilis, Sederhana Manajemen, Bisnis Reliabilitas Kritis dan Agile pengembangan XML.

Pada bulan Juni 2009, IBM mengumumkan "Cobra" (nama kode untuk 9.7 DB2 untuk LUW). DB2 9.7 menambahkan kompresi data untuk indeks database, tabel sementara, dan benda besar. 9.7 DB2 juga mendukung data asli XML dalam hash partisi (partisi database), partisi rentang (partisi tabel), dan clustering multi-dimensi. XML asli fitur ini memungkinkan pengguna untuk secara langsung bekerja dengan XML dalam lingkungan gudang data. DB2 9.7 juga menambahkan beberapa fitur yang memudahkan untuk Oracle Database pengguna untuk bekerja dengan DB2. Ini termasuk dukungan untuk sintaks SQL yang paling sering digunakan, PL / SQL sintaks, scripting sintaksis, dan tipe data dari Oracle Database. DB2 9.7 juga meningkatkan model concurrency untuk menunjukkan perilaku yang akrab bagi pengguna Oracle Database dan Microsoft SQL Server.

Pada bulan Oktober 2009, IBM memperkenalkan rilis kedua utama tahun ini ketika mengumumkan pureScale DB2. pureScale DB2 adalah database cluster solusi untuk platform non-mainframe dan sangat ideal untuk Online Transaction Processing (OLTP) beban kerja. IBM berdasarkan desain pureScale DB2 pada pelaksanaan paralel Sysplex berbagi data DB2 pada mainframe. pureScale DB2 menyediakan arsitektur fault-tolerant dan penyimpanan bersama-disk. Sebuah sistem pureScale DB2 dapat tumbuh hingga 128 server database, dan menyediakan ketersediaan berkelanjutan dan load balancing otomatis.

Pada bulan Februari 2010, IBM mengumumkan bahwa 10 DB2 untuk z / OS akan memasuki pengujian beta dengan pelanggan pada bulan berikutnya.

Pada tahun 2009, diumumkan bahwa DB2 dapat menjadi mesin di MySQL. Hal ini memungkinkan pengguna pada platform i System untuk mengakses native DB2 bawah sistem operasi i IBM (sebelumnya disebut OS/400), dan untuk pengguna pada platform lain untuk mengakses file ini melalui antarmuka MySQL. Pada i Sistem dan pendahulunya yang AS/400 dan System/38 itu, DB2 erat integral ke dalam sistem operasi, dan datang sebagai bagian dari sistem operasi. Ini menyediakan journaling, memicu dan fitur lainnya.


Kompetisi


IDC Worldwide Sistem Manajemen Database Prakiraan 2009-2013 dan 2008 Vendor Saham [1] peringkat database Oracle sebagai pemimpin pangsa pemasaran DBMS, diikuti oleh IBM DB2 dan Microsoft SQL Server. pesaing lainnya termasuk produk-produk open source seperti Firebird, PostgreSQL, MySQL dan Ingres, dan pemain ceruk seperti Sybase dan MaxDB.

Pada tahun 2009, Gartner menyatakan bahwa "IBM DB2 9,7 Getar Up Pasar DBMS Oracle Dengan Kompatibilitas" [2]. judul ini mengacu pada selain DB2 beberapa fitur yang akrab bagi pengguna Oracle Database, sehingga memudahkan bagi orang-orang dengan keahlian Oracle Database untuk bekerja dengan DB2. Fitur-fitur baru termasuk dukungan DB2 untuk SQL yang paling sering digunakan, PL / SQL, dan sintaks script dari Oracle Database. Mereka juga termasuk dukungan DB2 untuk jenis data tambahan dan model concurrency.

Dalam arena DBMS berkerumun, dimana database dapat tumbuh hingga terabyte banyak, IBM menawarkan dua pendekatan yang bersaing dengan Oracle Real Application Clusters (RAC): pureScale DB2 Database DB2 dan Fitur Partisi (DPF). pureScale DB2 adalah database shared-disk cluster solusi yang ideal untuk kapasitas tinggi Online Transaction Processing (OLTP) beban kerja. DB2 DPF memungkinkan Anda partisi database Anda di server atau dalam beberapa server besar SMP, yang sangat ideal untuk Online Analytical Processing (OLAP) beban kerja. (Perhatikan bahwa DB2 DPF dijual sebagai bagian dari IBM InfoSphere Gudang, yang merupakan nama untuk DB2 ketika dijual di lingkungan gudang data.)

DB2 untuk z / OS bisa dibilang memiliki pesaing langsung lebih sedikit. Oracle adalah menarik pelanggan untuk Linux pada produk Sistem z, walaupun rupanya tidak dengan mengorbankan DB2. Oracle memiliki RDBMS 31-bit yang tersedia untuk z / OS (Oracle Database 10g Release 2), tetapi Oracle menemukan kesulitan untuk bersaing dengan fitur DB2's set pada z / OS. Oracle telah mengumumkan akan mendukung 10g pada z / OS selama keinginan pelanggan, tetapi perusahaan tidak akan memperkenalkan versi mendatang produk database pada z / OS. CA-Datacom dan Adabas Software AG bersaing database untuk z / OS, dan ada produk niche tertentu juga (Model 204, SUPRA SQL [3], Nomad, dll) database non-relasional yang "bersaing" termasuk IMS, dan CA-IDMS, antara lain. Setidaknya beberapa database open source yang seolah-olah kompatibel dengan z / OS UNIX System Services.

IBM dan DB2 sering pada atau di dekat bagian atas TPC-C [4] dan TPC-H [5] standar industri dipublikasikan di website Transaction Processing Performance Council.

Pada tahun 2006 IBM meningkatkan kompetisi di pasar gudang alat muncul data dengan merilis lini produk pra-konfigurasi hardware / perangkat lunak sistem yang menggabungkan DB2 Data Warehouse Edition dengan baik p sistem IBM (AIX) atau sistem IBM x (Linux) server. Ini keluarga "alat-seperti gudang" sistem diberi nama IBM Konfigurasi Balanced Unit, atau BCU, dan ditujukan pada pasar alat gudang ditandai oleh Netezza dan DATAllegro, tetapi membedakan dirinya karena menggunakan versi fitur lengkap DB2 bukannya RDBMS gudang-berorientasi-tujuan tunggal.

Edisi

DB2 untuk Linux, Unix, dan Windows memiliki tiga edisi yang terpisah: Express Edition, Workgroup Server Edition, dan Enterprise Server Edition. Masing-masing edisi memiliki kelompok yang berbeda fitur-fitur untuk ukuran beban kerja yang berbeda. Aplikasi dibangun untuk edisi yang lebih rendah dari DB2 dijamin untuk bekerja pada edisi yang lebih tinggi tetapi pada tingkat yang lebih tinggi kinerja.

Versi gratis-DB2 disebut DB2 Express-C. DB2 Express-C adalah dalam beberapa hal mirip dengan database open source seperti MySQL dan PostgreSQL seperti yang ditawarkan tidak didukung, gratis untuk penggunaan tak terbatas termasuk penggunaan dalam lingkungan produksi. Pengguna memerlukan dukungan tingkat perusahaan dan fixpacks harus membeli apapun Edisi DB2 standar. DB2 Express-C, bagaimanapun, adalah berdasarkan kode yang sama seperti DB2 lainnya untuk Linux, Unix dan edisi Windows dan tidak open source. DB2 Express-C juga mirip dengan versi gratis dari database Oracle dan Microsoft SQL Server, kecuali bahwa DB2-Express C telah ada batasan pada jumlah pengguna atau pada ukuran basis data. DB2 Express-C berjalan pada 32 dan 64bit Windows, Linux pada x86, x64 dan prosesor POWER, Solaris pada x64 CPU dan mesin Intel menjalankan Mac OS X. Hal ini dapat dipasang pada mesin dari berbagai ukuran, tapi mesin database hanya akan menggunakan dua CPU core dan 2GB RAM. Dukungan diberikan pada sebuah forum, gratis Web umum. Untuk edisi ini tidak ada fixpacks atau dukungan resmi dari IBM.

DB2 untuk z / OS (mainframe) tersedia dalam kemasan produk tradisional, atau di Unit Nilai Edition, yang memungkinkan pelanggan untuk bukannya membayar biaya satu kali.

DB2 i (yang DB2/400 mantan) adalah inkarnasi utama ketiga DB2. Hal ini sangat erat dimasukkan ke dalam sistem operasi dari mesin IBM System i.

DB2 juga kekuatan IBM InfoSphere Gudang, yang menawarkan kemampuan data warehouse. Gudang InfoSphere menawarkan beberapa edisi yang berbeda dan tersedia untuk z / OS platform, Linux, Unix, dan Windows. Ini mencakup beberapa fitur seperti BI ETL, data mining, percepatan OLAP, dan analisis in-line.

kembali kode

Fitur penting dari program komputer DB2 adalah penanganan error. SQL komunikasi daerah (SQLCA) struktur ini pernah digunakan secara eksklusif dalam program DB2 untuk kembali informasi kesalahan untuk aplikasi program setelah setiap pernyataan SQL dieksekusi. Kesalahan utama, tapi tidak luar biasa berguna, diagnostik diadakan di lapangan SQLCODE dalam blok SQLCA.

Nilai kembali kode SQL adalah:

* 0 berarti eksekusi sukses.
* Sejumlah positif berarti eksekusi sukses dengan satu atau lebih peringatan. Contohnya adalah 100 yang berarti tidak ada baris yang ditemukan.
* Sejumlah negatif berarti gagal dengan kesalahan. Contohnya adalah -911 yang berarti timeout kunci (atau kebuntuan) telah terjadi, memicu rollback satu.

Kemudian versi DB2 menambahkan fungsionalitas dan kompleksitas pelaksanaan SQL. Beberapa kesalahan atau peringatan bisa dikembalikan oleh eksekusi pernyataan SQL, hal itu mungkin, misalnya, telah memulai Trigger Database dan lain pernyataan SQL. Bukan SQLCA asli, informasi kesalahan sekarang harus diambil oleh eksekusi berturut-turut pernyataan DIAGNOSTIK GET.

Lihat kembali kode SQL untuk daftar yang lebih komprehensif SQLCODEs umum.

Informasi teknis

DB2 dapat diberikan baik dari baris-perintah atau GUI. Antarmuka baris perintah membutuhkan pengetahuan lebih dari produk tetapi dapat lebih mudah ditulis dan otomatis. GUI adalah platform multi-Java klien yang berisi berbagai tuntunan cocok untuk pengguna pemula. DB2 mendukung kedua SQL dan XQuery. DB2 memiliki implementasi asli penyimpanan data XML, di mana XML data disimpan sebagai XML (bukan sebagai data relasional atau data CLOB) untuk akses lebih cepat menggunakan XQuery.

DB2 telah API untuk REXX, PL / I, COBOL, RPG, FORTRAN, C, C, Delphi, NET CLI, Java, Python, Perl, PHP, Ruby, dan banyak bahasa pemrograman lainnya.. DB2 juga mendukung integrasi ke dalam Eclipse dan Visual Studio lingkungan terpadu. Pembangunan BERSIH.
[Sunting] Error pengolahan
Wikibooks memiliki buku tentang topik



User Groups

IDUG adalah International DB2 Users Group, independen, tidak-untuk-keuntungan asosiasi profesional TI yang menggunakan DB2 IBM. IDUG menyediakan pendidikan, sumber daya teknis, peer kesempatan jaringan, sumber daya online dan program lain yang memungkinkan pengguna DB2 dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk DB2 leverage untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

Daerah Banyak kelompok pengguna juga ada, menyediakan tingkat yang bahkan lebih rinci dari dukungan untuk semua pengguna DB2. Los Angeles DB2 Users Group adalah contoh yang baik dari dukungan lokal.


Error pengolahan


Fitur penting dari DB2 program aplikasi adalah penanganan error. SQL komunikasi daerah (SQLCA) struktur ini pernah digunakan secara eksklusif dalam program DB2 untuk kembali informasi kesalahan ke program aplikasi setelah setiap SQL statement dieksekusi. Tapi tidak luar biasa berguna, kesalahan utama diagnostik diadakan di lapangan SQLCODE dalam blok SQLCA.

Ini kode SQL kembali nilai-nilai adalah:

  • 0 berarti eksekusi sukses.
  • Sejumlah positif berarti eksekusi sukses dengan satu atau lebih peringatan. Contohnya adalah +100 yang berarti tidak ada baris yang ditemukan.
  • Sejumlah negatif berarti gagal dengan kesalahan. Contohnya adalah -911 yang berarti timeout kunci (atau kebuntuan) telah terjadi, memicu rollback satu.

Kemudian versi DB2 menambahkan fungsionalitas dan kompleksitas pelaksanaan SQL. Beberapa kesalahan atau peringatan bisa dikembalikan oleh eksekusi pernyataan SQL, hal itu mungkin, misalnya, telah memulai trigger database dan lain pernyataan SQL.Bukan SQLCA asli, informasi kesalahan sekarang harus diambil oleh eksekusi berturut-turut pernyataan DIAGNOSTIK GET.


SUMBER


en.wikipedia.org/wiki/IBM_DB2

id.wikipedia.org/wiki/IBM_DB2_Express-C