Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Pengorganisasian yang sesuai dengan sumber daya akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari penggunaannya.
Henry Fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya :
1.Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana
2.Mengorganisasi aset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan sumber daya
3.Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, energik
4.Mengkoordinasikan semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha
5.Merumuskan keputusan yang jelas dan tepat
6.Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer
7.Mendefinisikan tugas-tugas
8.Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
9.Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan
10.Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
11.Mempertahankan disiplin
12.Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum dari organisasi
13.Mengakui adanya satu komando/pimpinan
14.Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan
15.Melembagakan dan memberlakukan pengawasan
16.Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
Arti Penting Pengorganisasian
Pengorganisasian menciptakan dan mempertahankan hubungan antara semua sumber daya organisasi dengan menunjukkan sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktivitas tertentu dan kapan, dimana serta bagaimana sumber daya tersebut digunakan
Tiga tanggung jawab difungsikannya departemen pengorganisasian :
1.Pengembangan rencana-rencana reorganisasi yang akan membuat sistem manajemen menjadi efektif dan efisien
2.Mengembangkan rencana-rencana untuk memperbaiki keterampilan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan sistem manajemen
3.Mengembangkan suatu organisasi yang menguntungkan dalam sistem manajemen
Proses Pengorganisasian
Lima langkah utama dalam proses pengorganisasian :
1.Tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan
2.Menetapkan tugas-tugas pokok
3.Membagi tugas pokok ke dalam subtugas-subtugas
4.Alokasi sumber daya dan pengarah bagi subtugas-subtugas
5.Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan
Teori Pengorganisasian Klasik
Teori pengorganisasian klasik adalah manajemen awal mengenai bagaimana sumber daya organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi
Menurut Max Weber komponen usaha dari pengorganisasian adalah prosedur-prosedur dan aturan-aturan yang mendetail, suatu hirarki organisasi yang diuraikan dengan jelas dan hubungan antara anggota-anggota organisasi yang nonperson (impersonal)
Struktur
Dua tipe dasar dari struktur yang ada dalam sistem manajemen :
1.Struktur Formal merupakan hubungan diantara sumber daya-sumber daya organisasi dan juga disajikan dengan bagan organisasi
2.Struktur Informal merupakan pola hubungan yang berkembang karena keberadaan anggota organisasi informal berkembang secara alami dan cenderung didasari oleh norma, nilai dan sosial dari individu
DEPARTEMENTALISASI DAN STRUKTUR FORMAL : PANDANGAN
KONTINGENSI
Metode pembentukan hubungan formal diantara sumber daya-sumber daya adalah dengan membentuk departemen-departemen untuk melaksanakan beberapa tugas organisasi
Departementalisasi adalah proses pembentukan departemen dalam sistem manajemen yang didasarkan pada faktor fungsi kerja yang dilaksanakan, produk yang dibuat, daerah yang dikuasai, sasaran konsumen dan proses yang dirancang untuk pembuatan produk
Fungsi
Merupakan tipe aktivitas yang sedang dilaksanakan dimana termasuk dalam pemasaran, produksi dan keuangan
Produk
Pengorganisasian menurut produk memungkinkan wirausahawan mengelompokkan secara logis sumber daya-sumber daya yang perlu untuk menghasilkan suatu produk
Wilayah
Wilayah mendepartementalisasi daerah geografis pasar dimana sistem manajemen dipusatkan, ketika pasar dan lokasi kerja meluas maka jarak fisik antar berbagai tempat membuat tugas manajemen menjadi sulit
Pelanggan
Pelanggan membentuk departemen sebagai tanggapan dari sistem manajemen, sehingga pelanggan dapat diidentifikasi menjadi kelompok-kelompok yang logis
Proses Pembuatan
Proses pembuatan menentukan departemen menurut fase pokok dari proses yang digunakan untuk pembuatan produk
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Formal
• Kekuatan pada diri wirausahawan
• Kekuatan pada tugas
• Kekuatan pada lingkungan
• Kekuatan pada bawahan
PEMBAGIAN TENAGA KERJA (DIVISION OF LABOUR)
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah/tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu
Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja
Keuntungan :
1.Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2.Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
3.Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
4.Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian :
1.Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2.Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun
3.Pembagian Tenaga Kerja dan Koordinasi
4.Pembagian tenaga kerja dengan individu yang berbeda dalam mengerjakan tugas dikoordinasikan secara efektif sehingga manajemen dalam organisasi menjadi jelas
Mooney mendefinisikan koordinasi sebagai penyusunan secara beraturan usaha kelompok untuk memberikan kesatuan tindakan didalam mencapai tujuan bersama
RENTANG MANAJEMEN (SPAN OF MANAGEMENT)
Rentang manajemen mengarah pada jumlah individu yang diawasi oleh wirausahawan, semakin banyak individu yang diawasi semakin besar rentang manajemen dan semakin sedikit individu yang diawasi semakin sedikit rentang manajemen
Rentang Manajemen dinamakan juga :
1.Rentang kekuasaan (span of authorithy)
2.Rentang pengawasan (span of control)
3.Rentang supervisi (span of supervision)
4.Rentang tanggung jawab (span of responsibility)
Perancangan Rentang Manajemen :
Pandangan Kontingensi
Harnold Koontz mengemukakan bahwa faktor situasi utama yang mempengaruhi kesesuaian dari ukuran rentang manajemen individual :
1.Kesamaan fungsi dimana aktivitas dilaksanakan oleh individu yang disupervisi adalah sama atau tidak
2.Hubungan geografis dimana bawahan secara fisik terpisahkan oleh tempat sehingga semakin dekat bawahan secara fisik maka semakin banyak individu yang dapat disupervisi oleh wirausahawan secara efektif
3.Kompleksitas fungsi dimana aktivitas dari tenaga kerja sulit dan rumit
4.Koordinasi menunjuk pada jumlah waktu yang harus dikeluarkan oleh wirausahawan untuk menyetarakan aktivitas-aktivitas dari bawahan dengan aktivitas pekerja yang lainnya
5.Perencanaan menunjukkan jumlah waktu yang dikeluarkan wirausahawan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana sistem manajemen dan mengintegrasikannya dengan aktivitas bawahan mereka
Graicunas dan Rentang Manajemen
V.A. Graicunas memberikan konstribusi terhadap rentang manajemen dimana kontribusi ini adalah pengembangan suatu rumusan untuk menentukan jumlah hubungan yang mungkin antara wirausahawan dengan bawahannya ketika jumlah bawahannya diketahui.
Rumusannya :
2
C = n ( --- + n -1)
2
ket : C : jumlah total hubungan
n : jumlah bawahan yang diketahui
Ketinggian Bagan Organisasi
Terdapat hubungan terbatas antar rentang manajemen dengan ketinggian bagan organisasi, semakin besar ketinggian bagan organisasi kewirausahaan semakin kecil rentang manajemen dalam organisasi kewirausahaan tersebut, demikian pula sebaliknya semakin rendah maka semakin besar rentang manajemen.
Bagan organisasi dengan bagan ketinggian yang rendah biasanya ditunjuk sebagai datar (flat) dan yang besar ditunjukkan sebagai tinggi (tall).
Hubungan Skalar (Scalar Relationship)
Hubungan Skalar menunjuk pada rantai komando (chain of command)
Konsep hubungan skalar atau rantai komando berhubungan dengan konsep kesatuan perintah.
Konsep kesatuan perintah (unity of command) menyatakan bahwa individu hendaknya memiliki satu atasan, jika terlalu banyak atasan yang memberikan perintah dapat menimbulkan kebingungan, perintah yang bertentangan dan pekerja yang frustasi dan juga menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan.
PENGORGANISASIAN AKTIVITAS INDIVIDU
Pertanggung Jawaban
Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melaksanakan aktivitas yang dibebankan
Tanggung jawab adalah komitmen pribadi untuk menangani suatu pekerjaan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuannya
Tiga bidang yang berhubungan dengan tanggung jawab :
1.Pembagian aktivitas kerja
2.Menegaskan aktivitas kerja dari manajemen
3.Bertanggung jawab
Menegaskan Aktivitas Kerja Manajemen
Suatu proses yang digunakan untuk menegaskan aktivitas kerja manajemen ‘membuat setiap manajer secara aktif berperan serta dengan atasannya, rekan sebaya, dan bawahan pada pekerjaan manajerial yang diuraikan secara sistematis untuk dikerjakan dan kemudian menegaskan peranan yang dimainkan tiap manajer dalam hubungannya dengan kelompok kerjanya dan dengan organisasi
Menegaskan Aktivitas Kerja Manajemen
Suatu proses yang digunakan untuk menegaskan aktivitas kerja manajemen ‘membuat setiap manajer secara aktif berperan serta dengan atasannya, rekan sebaya, dan bawahan pada pekerjaan manajerial yang diuraikan secara sistematis untuk dikerjakan dan kemudian menegaskan peranan yang dimainkan tiap manajer dalam hubungannya dengan kelompok kerjanya dan dengan organisasi
Barnard menunjukkan bahwa wewenang hanya akan diterima jika :
1.Individu bisa mengerti perintah yang dikomunikasikan
2.Individu percaya perintah itu konsisten untuk tujuan organisasi
3.Individu melihat perintah itu sesuai kepentingan pribadinya
4.Individu secara fisik dan mental mampu menyesuaikan diri dengan perintah tersebut.
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
1.Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2.Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
3.Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
Rantai komando yang lengkap
4.Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
5.Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
6.Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer
Jenis-Jenis Wewenang
1.Wewenang Lini
2.Wewenang Staf
3.Wewenang Fungsional
Delegasi
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
1.Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu
2.Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan
3.Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala bagi proses pendelegasian:
1.Kendala yang berhubungan dengan penyelia
2.Kendala yang berhubungan dengan bawahan
3.Kendala yang berhubungan dengan organisasi
Sentralisasi dan Desentralisasi
Istilah sentralisasi dan desentralisasi menguraikan tingkatan umum dimana pendelegasian ada dalam suatu organisasi. Istilah tersebut bisa divisualisasikan pada ujung yang berlawanan dari rangkaian kesatuan (continuum).
Desentralisasi Organisasi : Pandangan Kontingensi
Beberapa pertanyaan yang mungkin timbul untuk menentukan jumlah desentralisasi yang sesuai untuk situasi :
1.Berapa ukuran organisasi sekarang ini?
2.Dimanakah letak pelanggan organisasi bertempat?
3.Seberapa homogennya lini produk dari organisasi?
4.Dimanakah letak pensuplai organisasional?
5.Apakah terdapat kebutuhan bagi suatu keputusan yang cepat dalam organisasi?
6.Apakah kreativitas adalah ciri yang menguntungkan dari organisasi?
PENGEMBANGAN ORGANISASI
Tujuan Organisasi
Keuntungan adalah kekuatan motivasi bagi wiraswastawan
Pelayanan pada pelanggan dengan penyediaan nilai ekonomis yang dibutuhkan (barang dan jasa) membenarkan keberadaan organisasi bisnis
Tanggung jawab sosial bagi wiraswastawan sesuai dengan kode etik dan moral yang dibuat oleh masyarakat dimana industri tersebut berada
Arti Penting Tujuan Organisasi:
1.Pembuatan keputusan
2.Efisiensi organisasi
3.Konsistensi organisasi
4.Evaluasi kerja
Bidang-Bidang Tujuan Organisasi
1.Kedudukan pasar
2.Inovasi
3.Produktivitas
4.Sumber daya fisik dan finansial
5.Perolehan laba
6.Kinerja dan perkembangan manajer
Kinerja dan sikap karyawan
Tanggung jawab kemasyarakatan
Garis Pedoman Penetapan Tujuan Berkualitas
1.Wiraswastawan harus membiarkan orang-orang yang bertanggung jawab mencapai tujuan mempunyai suara untuk menetapkannya
2.Wiraswastawan harus menyatakan tujuan sespesifik mungkin
3.Wiraswastawan harus menghubungkan tujuan dengan tindakan tertentu jika perlu
4.Wiraswastawan harus mengemukakan tujuan yang diinginkannya
5.Wiraswastawan hendaknya menspesifikasi ketika tujuan diharapkan tercapai
6.Wiraswastawan harus menetapkan tujuan hanya dalam hubungannya dengan tujuan organisasi lainnya
7.Wiraswastawan hendaknya menyatakan tujuan dengan jelas dan sederhana
8.Wiraswastawan hendaknya menetapkan tujuan cukup tinggi sehingga karyawan akan bekerja keras untuk memenuhinya, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga karyawan akan menyerah didalam memenuhinya
Perubahan Organisasi
Adalah proses modifikasi organisasi yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas sampai sejauh mana organisasi tersebut mencapai tujuan-tujuannya, dengan melibatkan segmen organisasi yang sebenarnya dan biasanya termasuk perubahan lini wewenang organisasi, berbagai tingkatan tanggung jawab dalam organisasi dan lini komunikasi organisasi yang sudah mapan
Faktor-faktor pertimbangan dalam perubahan organisasi :
1.Agen-agen perubahan
2.Penentuan apa yang hendak diubah
3.Evaluasi perubahan
4.Individu-individu yang dipengaruhi oleh perubahan
5.Tipe perubahan yang dibuat (perubahan orang-orang, perubahan struktural atau perubahan teknologi)
Perubahan Struktural
Adalah proses modifikasi organisasi yang menekankan pada peningkatan efektivitas organisasi dengan pengendalian perubahan yang mempengaruhi anggota organisasi selama pekerjaan kerja mereka
Bentuk-bentuk modifikasi dalam perubahan struktural :
1.Menjelaskan dan mendefinisikan jabatan
2.Modifikasi struktur organisasi agar sesuai dengan kebutuhan komunikasi organisasi
3.Mendesentralisasikan organisasi untuk mengurangi biaya koordinasi, meningkatkan pengendalian subunit, meningkatkan motivasi dan mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar
Sumber : http://ashur.staff.gunadarma.ac.id
Senin, 30 Mei 2011
Rabu, 18 Mei 2011
TUGAS 2 KEWIRAUSAHAAN
1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan, berasal dari bahasa apakah? Sebutkan pula artinya?
Jawab :
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
2. Apa yang dimaksud dengan wirausahawan, dan sebutkan tiga jenis perilakunya?
Jawab :
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru
Tiga jenis perilaku :
• Memulai inisiatif
• Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
• Diterimanya resiko dan kegagalan
3. Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi.
Jawab :
- Inovasi adalah kunci penting seorang wirausahawan
• Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang
- Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi
• Kemampuan inovatif
• Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
• Keinginan untuk berprestasi
• Kemampuan perencanaan realistis
• Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
• Obyektivitas
• Tanggung jawab pribadi
• Kemampuan beradaptasi
• Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrato
4. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing.
Jawab :
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu:
1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.
5. Sebutkanlah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.
Jawab :
Kebutuhan akan sumber penemuan
Hobi atau kesenangan pribadi
Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Mengapa tidak terdapat ?
Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Pemanfaat produk dari perusahaan lain
6. Sebutkan unsur-unsur analisa pulang pokok.
Jawab :
Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok
7. Apa yang dimaksud dengan waralaba (franchising). Sebutkan pula jenis-jenisnya.
Jawab :
Franchise adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (franchisor) kepada pihak lain (franchise).
lisensi tersebut memberi hak kepada franchise untuk menggunakan merek dagang franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
8. Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung dan sebutkan teknik alternatifnya.
Jawab :
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media.
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan.
Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media
9. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan.
Jawab :
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
c. Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimiliki
Pemilikan dapat berpindah tangan
Eksitensi relatif lebih stabil/permanen
10. Sebutkan tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha.
Jawab :
• Tiga alternatif berakhirnya usaha :
a. Likuidasi
b. Reorganisasi
c. Perpanjangan waktu pembayaran
Jawab :
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
2. Apa yang dimaksud dengan wirausahawan, dan sebutkan tiga jenis perilakunya?
Jawab :
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru
Tiga jenis perilaku :
• Memulai inisiatif
• Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
• Diterimanya resiko dan kegagalan
3. Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi.
Jawab :
- Inovasi adalah kunci penting seorang wirausahawan
• Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang
- Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi
• Kemampuan inovatif
• Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
• Keinginan untuk berprestasi
• Kemampuan perencanaan realistis
• Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
• Obyektivitas
• Tanggung jawab pribadi
• Kemampuan beradaptasi
• Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrato
4. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing.
Jawab :
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu:
1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.
5. Sebutkanlah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.
Jawab :
Kebutuhan akan sumber penemuan
Hobi atau kesenangan pribadi
Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Mengapa tidak terdapat ?
Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Pemanfaat produk dari perusahaan lain
6. Sebutkan unsur-unsur analisa pulang pokok.
Jawab :
Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok
7. Apa yang dimaksud dengan waralaba (franchising). Sebutkan pula jenis-jenisnya.
Jawab :
Franchise adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (franchisor) kepada pihak lain (franchise).
lisensi tersebut memberi hak kepada franchise untuk menggunakan merek dagang franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
8. Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung dan sebutkan teknik alternatifnya.
Jawab :
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media.
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan.
Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media
9. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan.
Jawab :
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
c. Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimiliki
Pemilikan dapat berpindah tangan
Eksitensi relatif lebih stabil/permanen
10. Sebutkan tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha.
Jawab :
• Tiga alternatif berakhirnya usaha :
a. Likuidasi
b. Reorganisasi
c. Perpanjangan waktu pembayaran
Selasa, 19 April 2011
IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU
Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal
Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya – sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan
Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan
Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
Ø Kebutuhan akan sumber penemuan
Ø Hobi atau kesenangan pribadi
Ø Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Ø Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Ø Mengapa tidak terdapat ?
Ø Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Ø Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Proses inovasi :
1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3. Menguraikan masalah-masalah
4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7. Mencari pemecahan sementara
8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9. Bergerak terus jika semuanya baik
10. Mencapai keberhasilan
Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk :
• Tahap Gagasan
• Tahap Konsep
• Tahap Pengembangan Produk
• Tahap Uji Pemasaran
• Tahap Komersialisasi
Arti Penting Orientasi Pemasaran
ü Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing
ü Wirausahawan harus berorientasi konsumen
Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru
ü Kurangnya obyektivitas
ü Kurangnya kedekatan dengan pasar
ü Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
ü Diabaikannya kebutuhan finansial
ü Kurangnya diferensiasi produk
ü Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai
PEMBIAYAAN USAHA YANG BERKEMBANG
Masalah-Masalah dalam Pencarian Modal
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
1. Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
2. Kurangnya pengalaman bisnis
3. Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
4. Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
5. Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
1. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
2. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
3. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
4. Preferensi dari pemodal
5. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modaL
Pembiayaan Bisnis
Harus dilakukan identifikasi usaha yang akan dijalankan
Melakukan identifikasi sumber pembiayaan yaitu
1. Internal (modal perusahaan)
2. Eksternal (investor, kredit bank)
Menetapkan prioritas bisnis
Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis :
• Pendanaan tahap awal
• Pendanaan ekspansi atau perkembangan
• Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Lakukan identifikasi awal, berapa jumlah modal yang dibutuhkan
Harus ada perencanaan finansial :
1. Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
2. Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
1. Proyeksi laporan laba/rugi
2. Proyeksi laporan neraca
3. Proyeksi arus kas
4. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
Analisa Pulang Pokok
Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)
Mencari Sumber Modal Usaha
Dilakukan lebih dulu penilaian terhadap kelayakan usaha
Pencarian sumber modal berasal dari :
1. Modal perusahaan
2. Modal patungan (perusahaan dengan investor)
3. Modal dari investor
4. Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat
Hubungan dengan Pemodal
• Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
• Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
• Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal
Penilaian Perusahaan
Perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan
Penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, seperti :
1. Laporan laba / rugi
2. Laporan neraca
3. Laporan perubahan modal
4. Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal
Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya – sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan
Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan
Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
Ø Kebutuhan akan sumber penemuan
Ø Hobi atau kesenangan pribadi
Ø Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Ø Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Ø Mengapa tidak terdapat ?
Ø Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Ø Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Proses inovasi :
1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3. Menguraikan masalah-masalah
4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7. Mencari pemecahan sementara
8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9. Bergerak terus jika semuanya baik
10. Mencapai keberhasilan
Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk :
• Tahap Gagasan
• Tahap Konsep
• Tahap Pengembangan Produk
• Tahap Uji Pemasaran
• Tahap Komersialisasi
Arti Penting Orientasi Pemasaran
ü Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing
ü Wirausahawan harus berorientasi konsumen
Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru
ü Kurangnya obyektivitas
ü Kurangnya kedekatan dengan pasar
ü Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
ü Diabaikannya kebutuhan finansial
ü Kurangnya diferensiasi produk
ü Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai
PEMBIAYAAN USAHA YANG BERKEMBANG
Masalah-Masalah dalam Pencarian Modal
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
1. Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
2. Kurangnya pengalaman bisnis
3. Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
4. Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
5. Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
1. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
2. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
3. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
4. Preferensi dari pemodal
5. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modaL
Pembiayaan Bisnis
Harus dilakukan identifikasi usaha yang akan dijalankan
Melakukan identifikasi sumber pembiayaan yaitu
1. Internal (modal perusahaan)
2. Eksternal (investor, kredit bank)
Menetapkan prioritas bisnis
Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis :
• Pendanaan tahap awal
• Pendanaan ekspansi atau perkembangan
• Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Lakukan identifikasi awal, berapa jumlah modal yang dibutuhkan
Harus ada perencanaan finansial :
1. Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
2. Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
1. Proyeksi laporan laba/rugi
2. Proyeksi laporan neraca
3. Proyeksi arus kas
4. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
Analisa Pulang Pokok
Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)
Mencari Sumber Modal Usaha
Dilakukan lebih dulu penilaian terhadap kelayakan usaha
Pencarian sumber modal berasal dari :
1. Modal perusahaan
2. Modal patungan (perusahaan dengan investor)
3. Modal dari investor
4. Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat
Hubungan dengan Pemodal
• Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
• Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
• Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal
Penilaian Perusahaan
Perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan
Penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, seperti :
1. Laporan laba / rugi
2. Laporan neraca
3. Laporan perubahan modal
4. Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan
EVALUASI PELUANG USAHA BARU
1.Penetapan Kelayakan Usaha Baru
Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan
Alasan utama kegagalan usaha baru adalah :
1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai
2. Kinerja produk yang salah
3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
4. Tidak disadarinya tekanan persaingan
5. Keusangan produk yang terlalu cepat
6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat
7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi yang berlebih-lebihan pada asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan
Analisa Kelayakan Teknis
Dua langkah penting didalam proses analisa kelayakan teknis:
1. Identifikasi spesifikasi teknis penting
2. Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja
Identifikasi spesifikasi teknis penting
Persyaratan teknis yang paling penting adalah :
q Disain fungsional dari produk dan daya tarik penampilannya
q Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan
q Daya tahan bahan baku produk
q Bisa diandalkan
q Keamanan produk
q Daya guna yang bisa diterima
q Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
q Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
q Kemudahan untuk diproduksi, dan diproses
q Kemudahan untuk ditangani
Pengembangan dan Uji Coba Produk
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototip untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.
Penilaian Peluang-Peluang Pasar
Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.
Riset Pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.
Riset pasar dapat membantu :
1. Menemukan pasar yang menguntungkan
2. Memilih produk yang dapat dijual
3. Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
4. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik
5. Merencanakan sasaran yang realistik
Tiga aspek utama bagi riset pasar adalah :
Analisa Potensi Pasar
Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah
Identifikasi Pasar Potensial
Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)
Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah sbb :
1. Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa
2. Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu, kategori pelanggan yang relatif homogen
3. Menemukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari semua segmen Jawaban bagi pertanyaan berikut ini akan memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi pemakai potensial :
— Siapa yang merupakan pembeli potensial dari produk?
— Dimanakah pemakai potensial bertempat?
— Mengapa pelanggan potensial ingin membeli produk ini? Apa kebiasaan membeli mereka? Seberapa sering mereka membeli produk ini? Berapa jumlah rata-rata tiap pesanan?
— Berapa jumlah total permintaan produk ini? Berapa jumlah rata-rata tiap pesanan?
— Berapa jumlah total permintaan produk ini setiap bulannya atau setiap tahunnya?
— Bagaimana siklus permintaan?
— Bagaimana potensi pertumbuhan dari pasar ini?
Analisa Kelayakan Finansial
Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan
Analisa Persaingan
Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
1. Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama
2. Tekanan tidak langsung dari barang subtitusi
Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas :
Identifikasi pesaing besar potensial
Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi ventura yang direncanakan
Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari ventura yang direncanakan dan pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan tersebut.
HAK GUNA PATEN
Pengertian hak guna paten : pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb
Hak guna paten : persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar
Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising
Perusahaan franchisee menghadapi resiko yang relatif lebih rendah (lebih terukur)
Perusahaan franchisee dibebani :
1. Pajak
2. pembayaran royalti
3. kurang bebas dalam pengelolaan/pengoperasian
4. perusahaan Franchisor (pemilik hak guna paten) mungkin bertindak sebagai penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Langkah-langkah yang bisa diambil untuk menurunkan atau meminimisasi resiko investasi dalam franchising adalah :
1. Melakukan evaluasi diri
2. Meneliti franchise
Persetujuan Hak Guna Paten
Ada beberapa persetujuan dalam hak guna paten :
1. franchising : sistem pemasaran yang mencakup 2 pihak, yang terikat dalam perjanjian legal, dimana salah satu pihak di dalam kontrak yang menspesifikasikan metode yang harus diikuti dan dipenuhi pihak lain
b. franchising produk dan merek
c. franchising format : franchisee mendapat seluruh sistem pemasaran dan
petunjuk dari franchisor
d. master license/sebagai penerima izin utama : (perusahaan / pribadi bertindak sebagai agen penjual untuk menemukan franchisee baru
Pengembangan areal : perusahaan / pribadi mendapat hak resmi untuk
membuka beberapa gerai dalam area yang ditentukan
Pemasaran Langsung
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan
Teknik dalam pemasaran langsung :
a. kiriman pos langsung
b. telemarketing
c. penjualan door to door
Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media
Bentuk-Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimiliki
Pemilikan dapat berpindah tangan
Eksitensi relatif lebih stabil/permanen
Go Publik
Go publik terjadi ketika perusahaan menawarkan dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat melalui pendaftaran Bapepam
Keuntungan :
diperoleh modal baru
masyarakat lebih mengenal perusahaan
Kerugian :
ada kecenderungan terbukanya rahasia perusahaan
mahalnya biaya
Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan
Alasan utama kegagalan usaha baru adalah :
1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai
2. Kinerja produk yang salah
3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
4. Tidak disadarinya tekanan persaingan
5. Keusangan produk yang terlalu cepat
6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat
7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi yang berlebih-lebihan pada asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan
Analisa Kelayakan Teknis
Dua langkah penting didalam proses analisa kelayakan teknis:
1. Identifikasi spesifikasi teknis penting
2. Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja
Identifikasi spesifikasi teknis penting
Persyaratan teknis yang paling penting adalah :
q Disain fungsional dari produk dan daya tarik penampilannya
q Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan
q Daya tahan bahan baku produk
q Bisa diandalkan
q Keamanan produk
q Daya guna yang bisa diterima
q Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
q Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
q Kemudahan untuk diproduksi, dan diproses
q Kemudahan untuk ditangani
Pengembangan dan Uji Coba Produk
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototip untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.
Penilaian Peluang-Peluang Pasar
Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.
Riset Pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.
Riset pasar dapat membantu :
1. Menemukan pasar yang menguntungkan
2. Memilih produk yang dapat dijual
3. Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
4. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik
5. Merencanakan sasaran yang realistik
Tiga aspek utama bagi riset pasar adalah :
Analisa Potensi Pasar
Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah
Identifikasi Pasar Potensial
Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)
Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah sbb :
1. Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa
2. Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu, kategori pelanggan yang relatif homogen
3. Menemukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari semua segmen Jawaban bagi pertanyaan berikut ini akan memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi pemakai potensial :
— Siapa yang merupakan pembeli potensial dari produk?
— Dimanakah pemakai potensial bertempat?
— Mengapa pelanggan potensial ingin membeli produk ini? Apa kebiasaan membeli mereka? Seberapa sering mereka membeli produk ini? Berapa jumlah rata-rata tiap pesanan?
— Berapa jumlah total permintaan produk ini? Berapa jumlah rata-rata tiap pesanan?
— Berapa jumlah total permintaan produk ini setiap bulannya atau setiap tahunnya?
— Bagaimana siklus permintaan?
— Bagaimana potensi pertumbuhan dari pasar ini?
Analisa Kelayakan Finansial
Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan
Analisa Persaingan
Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
1. Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama
2. Tekanan tidak langsung dari barang subtitusi
Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas :
Identifikasi pesaing besar potensial
Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi ventura yang direncanakan
Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari ventura yang direncanakan dan pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan tersebut.
HAK GUNA PATEN
Pengertian hak guna paten : pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb
Hak guna paten : persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar
Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising
Perusahaan franchisee menghadapi resiko yang relatif lebih rendah (lebih terukur)
Perusahaan franchisee dibebani :
1. Pajak
2. pembayaran royalti
3. kurang bebas dalam pengelolaan/pengoperasian
4. perusahaan Franchisor (pemilik hak guna paten) mungkin bertindak sebagai penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Langkah-langkah yang bisa diambil untuk menurunkan atau meminimisasi resiko investasi dalam franchising adalah :
1. Melakukan evaluasi diri
2. Meneliti franchise
Persetujuan Hak Guna Paten
Ada beberapa persetujuan dalam hak guna paten :
1. franchising : sistem pemasaran yang mencakup 2 pihak, yang terikat dalam perjanjian legal, dimana salah satu pihak di dalam kontrak yang menspesifikasikan metode yang harus diikuti dan dipenuhi pihak lain
b. franchising produk dan merek
c. franchising format : franchisee mendapat seluruh sistem pemasaran dan
petunjuk dari franchisor
d. master license/sebagai penerima izin utama : (perusahaan / pribadi bertindak sebagai agen penjual untuk menemukan franchisee baru
Pengembangan areal : perusahaan / pribadi mendapat hak resmi untuk
membuka beberapa gerai dalam area yang ditentukan
Pemasaran Langsung
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan
Teknik dalam pemasaran langsung :
a. kiriman pos langsung
b. telemarketing
c. penjualan door to door
Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media
Bentuk-Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimiliki
Pemilikan dapat berpindah tangan
Eksitensi relatif lebih stabil/permanen
Go Publik
Go publik terjadi ketika perusahaan menawarkan dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat melalui pendaftaran Bapepam
Keuntungan :
diperoleh modal baru
masyarakat lebih mengenal perusahaan
Kerugian :
ada kecenderungan terbukanya rahasia perusahaan
mahalnya biaya
KEWIRAUSAHAAN
1.PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu atau suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang.
2.KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN
A.Pola Tanggapan
1.Karakteristik Perorangan
2.Karakteristik Kelompok Sosial B.Pola Peluang
1.Kbutuhan Ekonoki
2.Kemajuan Teknologi
PERILAKU WIRAUSAHA
1.Mendirikan
2.Mengelola
3.Mengembangkan
4.Melembagakan
C.Hasil Usaha
Perusahaan:
1.Tepat guna
2.Hemat usaha
3.Unggul mutu
4.Pembaharu
3.ETIMOLOGI
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha Wira berarti pejuang,pahlawan manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
4.SEJARAH KEWIRAUSAHAAN
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmemed.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada.Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.
Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
5.PROSES KEWIRAUSAHAAN
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas,keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar.
Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti ‘’locus of control’’, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang.[rujukan?] Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga.
6.KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
1. Motif Berprestasi Tinggi
Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang
2.Selalu Perspektif
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.
Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.
3. Memiliki Kreatifitas Tinggi
kreativitas mengandung pengertian, yaitu :
1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.
3. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik.
Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam kewirausahaan, yaitu:
Tahap 1: Persiapan (Preparation)
Tahap 2: Penyelidikan (Investigation)
Tahap 3: Transformasi (Transpormation)
Tahap 4: Penetasan (Incubation)
Tahap 5: Penerangan (Illumination)
Tahap 6: Pengujian (Verification)
Tahap 7: Implementasi (Implementation)
4 Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha.
Ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni:
1. Obstacle (hambatan)
2. Hardship (kesulitan)
3. Very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau).
5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut.seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.
6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup.
7. Berani Menghadapi Risiko
Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Wirausaha dalam mengambil
tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya .Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan.
8. Selalu Mencari Peluang
Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut.
9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada dipasar.
10. Memiliki Kemampuan Manajerial
Kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya.
11. Memiliki Kerampilan Personal
7 Wirausahawan andal memiliki ciri-ciri dan cara-cara sebagai berikut:
1.Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.
2.Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkan peluang tersebut.
3.Mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien.
4.Mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.
5.Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.
6.Mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya.
7.Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain.
10.LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA,sbb:
1. Jeli melihat pasar.
Dalam hal ini, kebanyakan konsumen lebih memilih dan membeli produk yang tengah tren meskipun dalam kualitas produknya nomor 2 daripada kualitas produk nomor 1 tapi produknya ketinggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dalam bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas, mutu, dan bergizi serta rasa yang enak.
2.Menjalin komunikasi dengan orang lain
Maksudnya agar tidak ketinggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam ati positif yaitu orang yang bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.
3.Berani berinvestasi
Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.
4.Focus dalam usahanya
Kelemahan dari para wirausahawan selama ini adalah tidak mampu mengelola kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan yang tidak terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan sesaat dari bisnis valas saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka mencoba berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis valasnya merugi akibat ketiadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha tersebut gulung tikar.
5.Promosi
Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.
6.Pemasaran yang dilakukan para wirausahawan
Dapat memilih tempat yang strategis. Dan dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk atapun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
7.Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis
Yakni dengan jalan Waralabalisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale
11.STRATEGI UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR
Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/keuntungan maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset mereka / total pendapatan kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit, omset dan pelanggan sebenarnya adalah hasil akhir yang tidak dapat diubah bila wirausahawan tidak mengubah strategi tsb.
Adapaun strategi yang harus di ubah yaitu:
Calon Pelanggan x Tingkat Konversi = Jumlah Pelanggan
Jumlah Pelanggan x Jumlah Transaksi x Rata-rata Belanja = Omset
Omset x Margin = Keuntungan ( Profit)
Dalam berbisnis para wirausahawan hanya dapat mempengaruhi : calon pelanggan, tiingkat konversi, jumlah transaksi, rata-rata belanja, dan margin.
1.Calon pelanggan adalah setiap orang yang telah mampir ke toko, tapi belum membeli, mereka juga orang – orang yang telah menelpon ke toko dan meminta penjelasan tentang produk tersebut atau merespon email yang di buat untuk promosi tapi mereka belum membeli.
2.Tingkat konversi adalah persentase calon pelanggan yang akhirnya membeli produk.Sebagai contoh , bila saat ini dating 10 orang ke toko anda, kemudian 3 orang membeli, maka tingkat konversinya adalah 30%.
3.Jumlah transaksi adalah berapa banyak pelanggan yang sama, untuk kembali ke toko dengan membeli produk tersebut.
4.Rata-rata belanja adalah besarnya uang yang di belanjakan dalan satu kali transaksi, contohnya bila saat ini rata-rata pelanggan anda menghabiskan 50.000 rupiah untuk berbelanja di toko anda, naka anda dapat melakukan upaya agar mereka mau membelanjakan uangnya lebih banyak lagi di toko anda dalam satu kali transaksi.
5.Margin adalah persentase keuntungan dari produk tersebut,sebagai contoh, bila anda dapat menerapkan strategi-strategi yang tepat untuk menaikkan 10% saja kinerja anda di masing-masing langkah, maka diakhiri periode anda dapat meningkatkan hingga 61% keuntungan anda,
Pada hakekatnya dalam dunia wirausaha para wirausahawan harus berani terjun dalam mengembangkan usahanya hingga titik kesuksesan dan pada intinya banyak cara untuk mencapai kesemournaan dalam dunia bisnis namun semua dapat di capai jika kita bersungguh-sunggun untuk mengembangkan bisnis yang kita punya.Dan kami berharap agar pembelajaran ini kita bias mengambil pelajaran dalam dunia bisnis yang ingin kita jalankan.
Dan semua pengorbanan yang kita keluarkan untuk mengembangkan usaha kita harus di dukung juga rasa percaya diri agar juga mampu bersaing didunia bisnis yang kita dalami.
12.KESIMPULAN
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT.
13.REFERENSI
viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/
adesyams.blogspot.com/2009/…/hakekat-kewirausahaan.html
id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/makalah-kewirausahaan
Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu atau suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang.
2.KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN
A.Pola Tanggapan
1.Karakteristik Perorangan
2.Karakteristik Kelompok Sosial B.Pola Peluang
1.Kbutuhan Ekonoki
2.Kemajuan Teknologi
PERILAKU WIRAUSAHA
1.Mendirikan
2.Mengelola
3.Mengembangkan
4.Melembagakan
C.Hasil Usaha
Perusahaan:
1.Tepat guna
2.Hemat usaha
3.Unggul mutu
4.Pembaharu
3.ETIMOLOGI
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha Wira berarti pejuang,pahlawan manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
4.SEJARAH KEWIRAUSAHAAN
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmemed.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada.Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.
Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
5.PROSES KEWIRAUSAHAAN
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas,keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar.
Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti ‘’locus of control’’, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang.[rujukan?] Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga.
6.KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
1. Motif Berprestasi Tinggi
Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang
2.Selalu Perspektif
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.
Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.
3. Memiliki Kreatifitas Tinggi
kreativitas mengandung pengertian, yaitu :
1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.
3. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik.
Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam kewirausahaan, yaitu:
Tahap 1: Persiapan (Preparation)
Tahap 2: Penyelidikan (Investigation)
Tahap 3: Transformasi (Transpormation)
Tahap 4: Penetasan (Incubation)
Tahap 5: Penerangan (Illumination)
Tahap 6: Pengujian (Verification)
Tahap 7: Implementasi (Implementation)
4 Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha.
Ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni:
1. Obstacle (hambatan)
2. Hardship (kesulitan)
3. Very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau).
5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut.seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.
6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup.
7. Berani Menghadapi Risiko
Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Wirausaha dalam mengambil
tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya .Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan.
8. Selalu Mencari Peluang
Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut.
9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada dipasar.
10. Memiliki Kemampuan Manajerial
Kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya.
11. Memiliki Kerampilan Personal
7 Wirausahawan andal memiliki ciri-ciri dan cara-cara sebagai berikut:
1.Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.
2.Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkan peluang tersebut.
3.Mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien.
4.Mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.
5.Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.
6.Mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya.
7.Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain.
10.LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA,sbb:
1. Jeli melihat pasar.
Dalam hal ini, kebanyakan konsumen lebih memilih dan membeli produk yang tengah tren meskipun dalam kualitas produknya nomor 2 daripada kualitas produk nomor 1 tapi produknya ketinggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dalam bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas, mutu, dan bergizi serta rasa yang enak.
2.Menjalin komunikasi dengan orang lain
Maksudnya agar tidak ketinggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam ati positif yaitu orang yang bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.
3.Berani berinvestasi
Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.
4.Focus dalam usahanya
Kelemahan dari para wirausahawan selama ini adalah tidak mampu mengelola kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan yang tidak terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan sesaat dari bisnis valas saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka mencoba berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis valasnya merugi akibat ketiadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha tersebut gulung tikar.
5.Promosi
Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.
6.Pemasaran yang dilakukan para wirausahawan
Dapat memilih tempat yang strategis. Dan dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk atapun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
7.Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis
Yakni dengan jalan Waralabalisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale
11.STRATEGI UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR
Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/keuntungan maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset mereka / total pendapatan kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit, omset dan pelanggan sebenarnya adalah hasil akhir yang tidak dapat diubah bila wirausahawan tidak mengubah strategi tsb.
Adapaun strategi yang harus di ubah yaitu:
Calon Pelanggan x Tingkat Konversi = Jumlah Pelanggan
Jumlah Pelanggan x Jumlah Transaksi x Rata-rata Belanja = Omset
Omset x Margin = Keuntungan ( Profit)
Dalam berbisnis para wirausahawan hanya dapat mempengaruhi : calon pelanggan, tiingkat konversi, jumlah transaksi, rata-rata belanja, dan margin.
1.Calon pelanggan adalah setiap orang yang telah mampir ke toko, tapi belum membeli, mereka juga orang – orang yang telah menelpon ke toko dan meminta penjelasan tentang produk tersebut atau merespon email yang di buat untuk promosi tapi mereka belum membeli.
2.Tingkat konversi adalah persentase calon pelanggan yang akhirnya membeli produk.Sebagai contoh , bila saat ini dating 10 orang ke toko anda, kemudian 3 orang membeli, maka tingkat konversinya adalah 30%.
3.Jumlah transaksi adalah berapa banyak pelanggan yang sama, untuk kembali ke toko dengan membeli produk tersebut.
4.Rata-rata belanja adalah besarnya uang yang di belanjakan dalan satu kali transaksi, contohnya bila saat ini rata-rata pelanggan anda menghabiskan 50.000 rupiah untuk berbelanja di toko anda, naka anda dapat melakukan upaya agar mereka mau membelanjakan uangnya lebih banyak lagi di toko anda dalam satu kali transaksi.
5.Margin adalah persentase keuntungan dari produk tersebut,sebagai contoh, bila anda dapat menerapkan strategi-strategi yang tepat untuk menaikkan 10% saja kinerja anda di masing-masing langkah, maka diakhiri periode anda dapat meningkatkan hingga 61% keuntungan anda,
Pada hakekatnya dalam dunia wirausaha para wirausahawan harus berani terjun dalam mengembangkan usahanya hingga titik kesuksesan dan pada intinya banyak cara untuk mencapai kesemournaan dalam dunia bisnis namun semua dapat di capai jika kita bersungguh-sunggun untuk mengembangkan bisnis yang kita punya.Dan kami berharap agar pembelajaran ini kita bias mengambil pelajaran dalam dunia bisnis yang ingin kita jalankan.
Dan semua pengorbanan yang kita keluarkan untuk mengembangkan usaha kita harus di dukung juga rasa percaya diri agar juga mampu bersaing didunia bisnis yang kita dalami.
12.KESIMPULAN
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT.
13.REFERENSI
viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/
adesyams.blogspot.com/2009/…/hakekat-kewirausahaan.html
id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/makalah-kewirausahaan
Sabtu, 08 Januari 2011
MAHASISWA
Menyatakan hubungan antar attribute sehingga terjadi pemetaan
MAHASISWA------------------BISA AMBIL--------------------MATAKULIAH
Hasil Dari Relasi :
- One To One (1:1)
- One To Many (1:M)
- Many To Many (M:M)
Satu Mahasiswa bisa ambil satu Matakuliah.
o Satu Mata Kuliah bisa diambil oleh satu Mahasiswa.
Satu Mahasiswa bisa ambil banyak Matakuliah.
o Banyak Matakuliah bisa diambil oleh satu Mahasiswa.
Banyak Mahasiswa bisa ambil banyak Matakuliah.
Banyak Matakuliah diambil oleh banyak Mahasiswa
MAHASISWA------------------BISA AMBIL--------------------MATAKULIAH
Hasil Dari Relasi :
- One To One (1:1)
- One To Many (1:M)
- Many To Many (M:M)
Satu Mahasiswa bisa ambil satu Matakuliah.
o Satu Mata Kuliah bisa diambil oleh satu Mahasiswa.
Satu Mahasiswa bisa ambil banyak Matakuliah.
o Banyak Matakuliah bisa diambil oleh satu Mahasiswa.
Banyak Mahasiswa bisa ambil banyak Matakuliah.
Banyak Matakuliah diambil oleh banyak Mahasiswa
Perbedaan SQL plus dengan PL SQL
1.SQLPlus
Bagian ini akan memberikan pemahaman dasar dari SQLPlus. Sebagian besar informasi yang terkandung dalam bagian ini LANGSUNG diekstrak dari `` SQL PLUS * Panduan Pengguna dan Referensi''dan kredit semua harus diberikan kepada ORACLE. Jika Anda memerlukan informasi lebih detail dari yang diberikan dalam bagian ini, konsultasikan dengan `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi.
SQL * Plus memungkinkan Anda untuk memanipulasi perintah SQL dan / PL SQL blok, dan untuk melakukan banyak tugas-tugas tambahan juga. Melalui Plus * SQL, Anda dapat:
* Memasukkan, mengedit, menyimpan, mengambil, dan menjalankan perintah SQL dan / PL SQL blok
* Format, melakukan perhitungan pada, menyimpan, dan mencetak hasil query dalam bentuk laporan
* Kolom daftar definisi untuk tabel apapun
* Mengakses dan menyalin data antara database SQL (tidak tercakup)
* Mengirim pesan ke dan menerima tanggapan dari pengguna akhir (tidak tercakup)
Memulai SQL * Plus
Contoh ini menunjukkan Anda bagaimana untuk memulai SQL * Plus. Ikuti langkah-langkah yang ditampilkan.
1. Pertama login ke ID pengguna sistem Anda.
2. Masukkan perintah sqlplus `` /''.
Catatan: Contoh ini mengasumsikan bahwa Anda telah diberi ID ORACLE pengguna yang sama sebagai login Anda. Jika Anda lupa untuk menambahkan ``/'' Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan sandi Anda untuk ID pengguna Anda ORACLE, dalam hal ini Anda harus menekan $ \ C baji $ (cntrl-C) dan memulai dari awal. Memasuki sistem user ID dan password tidak akan membuat Anda akses ke SQL * Plus. Jika Anda ID pengguna ORACLE berbeda dari ID sistem anda lihat `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''.
SQL * Plus menampilkan nomor versinya, tanggal, dan informasi hak cipta, dan secara otomatis memeriksa otentikasi Anda. Selanjutnya, SQL * Plus menampilkan perintah SQL * Plus prompt:
">SQL>
Perintah Prompt menunjukkan bahwa SQL * Plus siap untuk menerima perintah anda.
Membiarkan * SQL Plus
Untuk meninggalkan SQL * Plus, masukkan''atau `` `` EXIT QUIT''perintah pada perintah SQL * Plus prompt (case sensitive):
QUIT">SQL> QUIT
SQL * Plus menampilkan versi ORACLE Anda terputus dari dan versi alat yang tersedia melalui SQL * Plus. Setelah beberapa saat Anda melihat prompt sistem operasi.
Memasuki dan Menjalankan Perintah
Untuk memberitahu SQL * Plus apa yang harus dilakukan, cukup ketik perintah yang Anda ingin untuk masuk. Biasanya, Anda memisahkan kata-kata dalam sebuah perintah dari satu sama lain dengan spasi atau tab. Anda dapat menggunakan spasi tambahan atau tab antara kata-kata, jika Anda ingin, untuk membuat perintah Anda lebih mudah dibaca.
Anda dapat memasukkan tiga macam perintah pada command prompt:
* SQL perintah, untuk bekerja dengan informasi dalam database
* PL / SQL blok, juga bekerja dengan informasi dalam database (tidak tercakup)
* Perintah SQL * Plus, untuk memformat hasil query, pilihan pengaturan dan mengedit dan menyimpan perintah SQL dan / PL SQL blok.
Perintah SQL
Bahasa perintah SQL memungkinkan Anda untuk memanipulasi data dalam database. Sintaks dari perintah query SQL tidak akan dibahas dalam manual ini, karena ini tercakup dalam kuliah Anda. Pada bagian ini kita akan membahas logistik dari SQL * Plus yang berhubungan dengan SQL, dan pada Bab 6 kita akan membahas beberapa perintah SQL yang berhubungan dengan memanipulasi data kamus.
1. Contoh di bawah ini menunjukkan Anda bagaimana untuk memasukkan perintah SQL:
SELECT EMPNO, ENAME, JOB, SAL">SQL> SELECT EMPNO, nama, pekerjaan dan SAL
Jika Anda membuat kesalahan, gunakan [BACKSPACE] untuk menghapusnya dan masukkan kembali. Setelah selesai, tekan [RETURN] untuk pindah ke baris berikutnya.
2. SQL * Plus akan menampilkan''2 ``, prompt untuk baris kedua.
2 DARI EMP WHERE Titik koma (;) berarti bahwa ini adalah akhir dari perintah. Tekan [RETURN] dan SQL * Plus akan memproses perintah dan menampilkan hasil di layar. Setelah menampilkan hasil dan jumlah baris diambil, SQL * PLus menampilkan prompt perintah lagi.
">SQL>
Jika anda melakukan kesalahan dan karena itu tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, cukup masukkan kembali perintah.
Anda dapat membagi perintah SQL Anda ke dalam baris yang berbeda di setiap poin yang Anda inginkan, selama kata-kata individual tidak dibagi antara baris.
Anda dapat mengakhiri perintah SQL dalam salah satu dari tiga cara:
1. Sebuah titik koma (;) mengatakan * SQL plus yang Anda ingin menjalankan perintah. SQL * Plus akan memproses perintah dan menyimpannya dalam buffer SQL. Catatan: Anda tidak dapat memasukkan (/**/) komentar pada baris yang sama yang Anda masukkan titik koma.
2. A slash (/) on line dengan sendirinya juga memberitahu SQL * Plus yang ingin anda jalankan perintah. SQL * Plus akan memproses perintah dan menyimpannya dalam buffer SQL.
3. Sebuah baris kosong mengatakan SQL * Plus bahwa Anda telah selesai memasukkan perintah, tetapi tidak ingin menjalankannya lagi. Tekan [RETURN] pada akhir baris terakhir perintah. SQL * Plus meminta Anda dengan nomor lain baris. Tekan [RETURN] lagi; SQL * Plus sekarang meminta Anda dengan perintah SQL * Plus prompt. SQL * Plus tidak mengeksekusi perintah, tetapi menyimpan dalam buffer SQL. Jika Anda kemudian masukkan lagi perintah SQL dan jalankan dengan menggunakan tanda titik koma (;) atau garis miring (/), SQL * Plus menimpa perintah tidak dijalankan dalam buffer.
Perintah SQL * Plus
Anda dapat menggunakan SQL * Plus perintah untuk memanipulasi perintah SQL dan / PL SQL blok, dan untuk hasil query format dan cetak.
Untuk mempercepat entri perintah, Anda dapat menyingkat banyak perintah SQL * Plus untuk satu atau beberapa huruf. Untuk singkatan dari semua perintah SQL * Plus, mengacu pada deskripsi perintah dalam Bab 6 dari SQL Plus `` * Panduan Pengguna dan''Referensi.
Anda dapat melanjutkan perintah SQL * Plus dengan mengetik panjang tanda hubung (-) pada akhir baris dan menekan [RETURN]. Jika Anda ingin, Anda dapat mengetik spasi sebelum mengetik tanda hubung tersebut. $) as a prompt for each additional line.">SQL * Plus menampilkan ($>$) sudut-braket kanan sebagai prompt untuk setiap baris tambahan.
Anda tidak perlu mengakhiri perintah SQL * Plus dengan titik koma. Ketika Anda selesai memasukkan perintah, Anda hanya dapat menekan [RETURN]. Namun, jika Anda ingin, Anda dapat memasukkan tanda titik koma pada akhir perintah SQL * Plus.
Anda dapat menggunakan beberapa perintah SQL * Plus untuk mengedit perintah SQL atau PL / SQL blok tersimpan saat ini dalam buffer. Atau, Anda bisa menggunakan editor host sistem operasi untuk mengedit isi buffer. Perintah SQL * Plus tidak disimpan dalam buffer, Anda harus mengedit mereka pada prompt atau masukkan kembali perintah.
SQL * Plus menyediakan beberapa pengeditan baris perintah untuk membantu Anda memodifikasi buffer. pengeditan baris perintah ini hanya akan tercantum di bawah ini dan tidak akan dijelaskan, untuk penjelasan dari perintah ini, lihat Bab 3 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi.
Perintah SQL * Plus SINGKATAN PERINTAH TUJUAN
Sebuah teks APPEND menambahkan teks di akhir baris
Ganti / tua C / baru / lama / perubahan baru lama dengan yang baru baris
Ganti / teks teks C menghapus teks dari baris
CLEAR BUFFER CL Buff menghapus semua baris
DEL (none) menghapus baris
INPUT saya menambahkan satu atau lebih baris
INPUT teks teks cara menambahkan baris yang terdiri dari teks
DAFTAR L daftar semua lini dalam buffer SQL
DAFTAR n L n ATAU n daftar satu baris
DAFTAR * L * daftar baris saat ini
DAFTAR TERAKHIR L LAST daftar baris terakhir
DAFTAR m n L m n daftar berbagai baris (m ke n)
Setelah Anda telah memodifikasi buffer Anda dapat menggunakan RUN''`` perintah untuk mengeksekusi isi buffer. Untuk menyimpan isi buffer ke file teks, menggunakan file `` SAVE \ _name''perintah.
Anda dapat menggunakan editor teks default host sistem operasi Anda untuk membuat dan mengedit file sistem host dan memodifikasi buffer SQL * Plus. Untuk memanggil editor teks default tanpa meninggalkan SQL * Plus masukkan:
EDIT">SQL> EDIT
EDIT beban isi dari buffer ke dalam editor teks default sistem anda. Ketika Anda keluar dari editor teks Anda, teks akan disimpan kembali ke dalam buffer saat ini.
Untuk memuat isi buffer ke dalam editor teks selain default (EDITOR variabel lingkungan), gunakan perintah SQL * Plus DEFINE untuk mendefinisikan sebuah variabel, \ _EDITOR, untuk memegang nama editor.
DEFINE _EDITOR = /usr/gnu/bin/emacs">SQL> DEFINE _EDITOR = / usr /
gnu / bin / emacs
Anda dapat membuat sebuah file perintah dengan host sistem operasi editor teks dengan memasukkan EDIT diikuti dengan nama file:
EDIT file_name">SQL> EDIT nama_file
EDIT menambahkan nama file ekstensi `` SQL''ke nama. Kecuali Anda mengetik waktu dan ekstensi yang berbeda di akhir nama file.
Bila Anda membuat file perintah dengan menggunakan EDIT, Anda dapat menyertakan perintah SQL * Plus pada akhir file. Anda tidak dapat melakukan ini ketika Anda membuat file perintah dengan menggunakan perintah INPUT dan SAVE karena SAVE menambahkan garis miring pada akhir file. slash Hal ini akan menyebabkan SQL * Plus untuk menjalankan file perintah dua kali, sekali setelah mencapai titik koma pada akhir perintah SQL terakhir, dan sekali setelah mencapai garis miring pada akhir file.
Anda dapat memasukkan komentar dalam sebuah file perintah dalam salah satu dari tiga cara:
1. Menggunakan perintah KETERANGAN pada baris dengan sendirinya dalam file perintah, diikuti oleh komentar pada baris yang sama. Untuk melanjutkan komentar pada baris tambahan, masukkan perintah tambahan KETERANGAN. Jangan letakkan perintah KETERANGAN antara baris yang berbeda dari perintah SQL tunggal.
2. Menggunakan pembatas komentar SQL, /*...*/, pada baris terpisah dalam file perintah Anda, pada baris yang sama sebagai perintah SQL, atau pada baris dalam sebuah blok / PL SQL. Komentar dapat baris span ganda.
3. Menggunakan ANSI / ISO `` - \''ruang-gaya komentar dalam pernyataan SQL, / PL SQL blok, atau * SQL Plus perintah. Karena tidak ada pembatas berakhir, komentar tidak dapat span beberapa baris. Untuk PL / SQL dan SQL, masukkan komentar setelah perintah pada satu baris atau satu baris sendiri. Untuk perintah SQL Plus *, Anda hanya dapat memasukkan `` - \''ruang-gaya komentar jika mereka tinggal sendirian di garis.
Jika Anda ingin menempatkan isi dari sebuah file perintah dalam buffer, Anda harus mengambil perintah dari file di mana mereka disimpan. Anda dapat mengambil file dengan menggunakan perintah SQL * Plus:
GET file_name">SQL> GET nama_file
Ketika sesuai dengan sistem operasi, SQL * Plus menambahkan periode dan SQL ekstensi untuk nama file kecuali anda mengetik suatu periode pada akhir nama file diikuti dengan ekstensi yang berbeda. Setelah isinya dalam buffer, Anda dapat mengedit perintah lebih lanjut dan jika file tidak berisi perintah SQL * Plus, Anda juga bisa jalankan dengan perintah RUN.
Perintah START mengambil file perintah dan menjalankan perintah (s) yang dikandungnya. Gunakan MULAI untuk menjalankan sebuah file yang berisi perintah perintah SQL, / PL SQL blok, dan / atau SQL Plus * perintah.
START file_name">SQL> START nama_file
Anda juga dapat menggunakan perintah @ (`` di''tanda) untuk menjalankan file perintah. Perintah @ daftar dan menjalankan perintah dalam file perintah yang ditentukan dalam cara yang sama seperti perintah START.
@file_name">SQL> @ nama_file
Anda dapat menjalankan file perintah setelah Anda mulai SQL * Plus dari sistem prompt:
% Sqlplus / @ nama_file
Jika file perintah Anda menghasilkan kesalahan SQL saat menjalankan dari file batch pada sistem operasi tuan rumah, Anda mungkin ingin membatalkan file perintah dan keluar dengan kode kembali. Gunakan * SQL Plus perintah SQLERROR Setiap kali melakukan hal ini.
Anda mungkin ingin mengatur Anda SQL * Plus lingkungan dengan cara tertentu (seperti menunjukkan waktu saat ini sebagai bagian dari SQL * Plus prompt) dan kemudian menggunakan kembali pengaturan tersebut dengan setiap sesi. Anda melakukan ini dengan membuat sebuah file yang bernama ``''login.sql yang akan dibaca dari direktori saat ini ketika SQL * Plus dimulai. Anda dapat menambahkan perintah SQL / PL SQL blok, atau SQL * Plus perintah untuk file ini.
INTERAKTIF PERINTAH SQL * Plus
Berikut adalah beberapa fitur dari SQL * Plus memungkinkan Anda untuk mengatur file perintah yang memungkinkan input pengguna akhir:
* Mendefinisikan variabel pengguna
* Mengganti nilai dalam perintah
* Menggunakan perintah START untuk memberikan nilai
* Mendorong nilai-nilai
1.Anda dapat mendefinisikan variabel, variabel user baru bernama, untuk penggunaan berulang kali dalam sebuah file perintah tunggal dengan menggunakan SQL * Plus perintah DEFINE. Perlu diketahui bahwa Anda juga dapat mendefinisikan variabel pengguna untuk digunakan dalam judul dan untuk menghemat tekanan tombol (dengan mendefinisikan string sepanjang nilai untuk sebuah variabel dengan nama pendek).
DEFINE EMPLOYEE = SMITH">SQL> DEFINE KARYAWAN SMITH =
Untuk melihat daftar semua variabel definisi pengguna, masukkan DEFINE dengan sendirinya pada prompt perintah.
2.Sebuah variabel substitusi adalah variabel nama pengguna didahului oleh satu atau dua ampersands (\ &). Ketika bertemu dengan SQL * Plus sebuah variabel substitusi perintah, SQL * Plus mengeksekusi perintah seolah-olah itu berisi nilai dari variabel substitusi, daripada variabel itu sendiri.
Anda dapat menggunakan variabel substitusi di mana saja di SQL dan SQL * Plus perintah, kecuali sebagai kata pertama masuk pada prompt perintah. Ketika bertemu dengan SQL * Plus substitusi variabel tidak terdefinisi dalam perintah, SQL * Plus meminta Anda untuk nilai.
SQL * Plus membaca respon Anda dari keyboard, bahkan jika Anda memiliki masukan diarahkan terminal atau output ke sebuah file. Jika terminal tidak tersedia (jika, misalnya, Anda menjalankan file perintah dalam mode batch), SQL
* Plus menggunakan file dialihkan.
Jika perintah SQL yang berisi referensi memiliki tanda kutip sekitar variabel dan Anda tidak menyertakan mereka, maka pengguna harus menyertakan tanda kutip saat diminta. SQL * Plus baris yang berisi daftar variabel substitusi dua kali: sekali sebelum mengganti nilai yang Anda masukkan dan sekali setelah substitusi. Anda dapat menekan daftar ini dengan menetapkan VERIFIKASI perintah SET variabel ke OFF.
SQL * Plus secara otomatis mendefinisikan setiap variabel substitusi didahului oleh dua ampersands (jika sudah ditetapkan), tetapi tidak DEFINE yang didahului oleh satu ampersand. Jika Anda ingin menambahkan karakter segera setelah sebuah variabel substitusi, menggunakan periode untuk memisahkan variabel dari karakter. Misalnya,
SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO='&X.01';">SQL> SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO = '& X.01';
Masukkan nilai untuk X: 123
akan diinterpretasikan sebagai:
SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO='12301';">SQL> SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO = '12301 ';
3.Anda dapat memotong meminta nilai yang terkait dengan variabel substitusi dengan melewatkan nilai ke parameter dalam sebuah file perintah melalui perintah START. Anda melakukan ini dengan menempatkan sebuah ampersand (&) diikuti dengan angka di file perintah di tempat variabel substitusi. Setiap kali Anda menjalankan file ini perintah, MULAI menggantikan masing-masing & 1 dalam file dengan nilai pertama (disebut argumen) setelah nama_file START, kemudian mengganti masing-masing & 2 dengan nilai kedua, dan sebagainya. Catatan: Anda tidak dapat menggunakan parameter ketika Anda menjalankan perintah dengan RUN atau garis miring (/). Anda harus menyimpan perintah dalam file perintah dan menjalankannya dengan START.
4.Tiga perintah SQL * Plus - PROMPT, ACCEPT dan PAUSE - membantu Anda berkomunikasi dengan pengguna akhir. PROMPT hanya menampilkan pesan Anda tentukan pada layar, menggunakannya untuk memberikan arah atau informasi kepada pengguna. MENERIMA meminta pengguna untuk nilai dan menyimpannya dalam variabel pengguna yang Anda tentukan.
INPUT">SQL> INPUT
1. PROMPT Masukkan nomor karyawan yang valid
2. PROMPT Sebagai contoh: 7123, 7456, 7890
3. MENERIMA EMP NOMOR ENUMBER PROMPT '. tidak:. "
4. SELECT nama, MBR, JOB, SAL
5. DARI EMP
6. WHERE EMPNO = & ENUMBER
7.SAVE PROMPT2">SQL> SAVE PROMPT2
Dibuat PROMPT2 file
START PROMPT2 ...">SQL> START PROMPT2 ...
Jika Anda ingin menampilkan pesan pada layar pengguna dan kemudian memiliki pengguna masukkan [RETURN] setelah membaca pesan tersebut, gunakan perintah PAUSE SQL * Plus. Sebagai contoh, Anda mungkin ingin menyertakan baris berikut dalam file perintah:
PROMPT Sebelum melanjutkan, pastikan Anda memiliki kartu account Anda.
Tekan PAUSE RETURN untuk melanjutkan.
Jika Anda ingin menghapus layar sebelum menampilkan laporan (atau pada waktu lainnya), termasuk * SQL Plus perintah CLEAR dengan klausa LAYAR pada titik yang tepat dalam file perintah Anda.
FORMAT HASIL QUERY
Melalui perintah SQL * Plus KOLOM Anda dapat mengubah kolom judul dan memformat data kolom pada hasil query Anda. SQL * Plus menggunakan judul kolom default saat menampilkan hasil query. Anda dapat menentukan kolom lebih bermanfaat pos dengan klausa POS dari perintah KOLOM.
COLUMN ENAME HEADING Employee">SQL> COLUMN ENAME POS Karyawan
COLUMN ENAME HEADING 'Employee|Name'">SQL> COLUMN ENAME POS 'Karyawan | Nama'
SET UNDERLINE =">SQL> SET Underline =
SET UNDERLINE '-'">SQL> SET Underline '-'
Judul baru ini akan tetap berlaku sampai Anda memasukkan pos yang berbeda, format ulang setiap kolom, atau keluar dari SQL * Plus. Untuk mengubah pos untuk dua atau lebih kata, melampirkan pos baru dalam tanda kutip tunggal atau ganda bila Anda memasukkan perintah KOLOM. Untuk menampilkan judul kolom pada lebih dari satu baris, gunakan bar vertikal (|) di mana Anda ingin memulai baris baru. Anda dapat mengubah karakter yang digunakan untuk menggarisbawahi setiap kolom pos dengan menggunakan perintah SET dengan klausa Underline.
KOLOM Perintah ini juga digunakan untuk mengubah format default dan TEKS NOMOR. Perintah KOLOM mengidentifikasi kolom yang ingin Anda format dan model yang ingin Anda gunakan. Hanya beberapa contoh mengenai pemformatan akan ditampilkan, untuk daftar lengkap dari model, lihat halaman 6-23 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''manual. Perintah KOLOM dapat dipengaruhi oleh pengaturan NUMWIDTH, LONGCHUNKSIZE, WRAP, DIBUNGKUS, WRAPPED_WORD, dan variabel dipotong.
COLUMN column_name HEADING model">SQL> COLUMN nama_kolom model POS
COLUMN SAL FORMAT $99,990">SQL> FORMAT KOLOM SAL $ 99.990
COLUMN EMANE FORMAT A4">SQL> COLUMN EMANE FORMAT A4
Jika Anda ingin memberikan tampilan yang sama kolom atribut yang Anda berikan ke kolom lain, Anda harus menggunakan klausa LIKE.
COLUMN COMM LIKE SAL HEADING Bonus">SQL> COLUMN COMM SEPERTI Bonus POS SAL
Untuk melihat daftar tampilan saat ini atribut untuk kolom tertentu atau semua kolom, gunakan klausa KOLOM dengan sendirinya (atau nama kolom). Untuk mengatur ulang tampilan atribut-atribut untuk semua kolom (atau kolom tertentu), gunakan perintah CLEAR (atau klausa CLEAR dari perintah KOLOM). Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan perintah CLEAR COLUMNS pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah yang dimasukkan sebelumnya KOLOM tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
COLUMN">SQL> KOLOM
COLUMN column_name">SQL> COLUMN nama_kolom
CLEAR COLUMNS">SQL> CLEAR COLUMNS
COLUMN column_name CLEAR">SQL> COLUMN nama_kolom CLEAR
Anda dapat menekan dan mengembalikan tampilan atribut yang Anda telah diberikan kepada kolom tertentu melalui perintah KOLOM dengan menggunakan klausa ON dan OFF. Ketentuan OFF memberitahu SQL * Plus untuk menggunakan tampilan default atribut untuk kolom, tetapi tidak menghapus atribut yang sudah Anda tetapkan melalui perintah KOLOM.
COLUMN column_name OFF">SQL> COLUMN nama_kolom OFF
COLUMN column_name ON">SQL> KOLOM nama_kolom ON
SQL * Plus membungkus nilai kolom pada baris tambahan ketika nilai tidak sesuai dalam lebar kolom. Jika Anda ingin menyisipkan pemisah rekor setelah setiap baris DIBUNGKUS produksi atau SETIAP baris kemudian menggunakan variabel RECSEP dan RECSEPCHAR dari perintah SET.
SET RECSEP WRAPPED">SQL> SET RECSEP DIBUNGKUS
SET RECSEP EACH">SQL> SET RECSEP SETIAP
SET RECSEPCHAR '-'">SQL> SET RECSEPCHAR '-'
Anda dapat memiliki seluruh kata dibungkus untuk baris tambahan bila nilai kolom membungkus untuk baris tambahan.
COLUMN column_name WORD_WRAPPED">SQL> COLUMN nama_kolom
WORD_WRAPPED
SQL * Plus BREAK dan perintah menghitung menciptakan bagian dari catatan dan menambah ruang dan / atau garis ringkasan setelah masing-masing subset. Kolom yang Anda tentukan dalam perintah BREAK disebut kolom istirahat yang menekan nilai ganda. Dengan memasukkan kolom istirahat dalam Anda klausa ORDER BY, Anda membuat himpunan bagian yang berarti dari catatan dalam output Anda. Anda kemudian dapat menambahkan format pada subset dalam perintah BREAK sama dan menambahkan ringkasan (berisi total, rata-rata, dan sebagainya) dengan menentukan kolom istirahat dalam perintah menghitung.
BREAK ON DEPTNO">SQL> BREAK ON DEPTNO
SELECT DEPTNO, ENAME, SAL">SQL> SELECT DEPTNO, nama, SAL
2 DARI EMP
3 WHERE SAL <2500>4 ORDER BY DEPTNO;
Anda dapat menyisipkan baris kosong atau memulai halaman baru setiap kali perubahan nilai dalam kolom istirahat.
BREAK ON DEPTNO SKIP 1">SQL> BREAK ON DEPTNO SKIP 1
BREAK ON DEPTNO SKIP PAGE">SQL BREAK> DEPTNO SKIP ON PAGE
Anda mungkin ingin menyisipkan baris kosong atau halaman kosong setelah setiap baris. Perhatikan bahwa hanya SKIP PAGE melompati jumlah baris yang didefinisikan sebagai halaman. Sehingga tidak dapat menyebabkan istirahat halaman fisik.
BREAK ON ROW SKIP 1">SQL> BREAK ON ROW SKIP 1
BREAK ON ROW SKIP PAGE">SQL> BREAK ON PAGE ROW SKIP
Jika Anda ingin menggunakan teknik jarak yang berbeda dalam satu laporan atau ruang masukkan setelah perubahan nilai di lebih dari satu kolom pesan, Anda harus menentukan beberapa kolom dan tindakan dalam perintah BREAK tunggal. Setiap perintah BREAK Anda memasukkan menggantikan yang sebelumnya.
BREAK ON DEPTNO SKIP PAGE ON JOB SKIP 1">SQL BREAK> ON DEPTNO SKIP
SKIP JOB ON PAGE 1
Untuk melihat daftar definisi istirahat saat ini, masukkan perintah BREAK dengan pasal no. Untuk menghapus definisi istirahat saat ini, masukkan perintah CLEAR dengan klausa Breaks. Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan Breaks perintah CLEAR pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah BREAK dimasukkan sebelumnya tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
Jika Anda mengatur baris laporan ke dalam himpunan bagian dengan perintah BREAK, Anda dapat melakukan berbagai perhitungan baris pada masing-masing subset. Anda melakukan ini dengan fungsi dari perintah SQL * Plus Hitung. Gunakan BREAK dan perintah menghitung bersama-sama dalam bentuk sebagai berikut:
BREAK ON PAGE break_column1 PADA break_column2 SKIP SKIP 1
Hitung fungsi DARI kolom kolom kolom ... TENTANG break_column_2
Perintah menghitung tidak memiliki efek tanpa perintah BREAK sesuai. Anda dapat menghitung pada kolom NOMOR, dan dalam kasus tertentu, pada semua jenis kolom. Lihat Hitung dalam Bab 6 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''untuk rincian.
Tabel berikut berisi daftar fungsi menghitung dan efeknya: SUM Menghitung jumlah dari nilai
nilai dalam kolom
MIN Menghitung nilai minimum dalam kolom
MAX Menghitung nilai maksimum dalam kolom
AVG Menghitung rata-rata dari nilai dalam kolom
STD Menghitung standar deviasi dari nilai-nilai dalam kolom
VAR Menghitung varians dari nilai dalam kolom
COUNT Menghitung jumlah nilai non-null dalam kolom
NUM Menghitung jumlah baris dalam kolom
Fungsi yang Anda tentukan dalam perintah menghitung berlaku untuk semua kolom yang Anda masukkan setelah OFF dan sebelum ON. Nilai dihitung mencetak pada baris terpisah ketika nilai perubahan kolom dipesan. Label untuk memperoleh nilai yang dihitung muncul pada kolom pertama. Jika Anda menggunakan menghitung pada kolom pertama, Anda harus membuat kolom dummy untuk label menggunakan perintah KOLOM. Jika tidak, label tidak akan dicetak.
Catatan: Format kolom mengontrol tampilan kolom fungsi menghitung, serta nilai-nilai individu kolom. Bila Anda menetapkan format kolom NOMOR, Anda harus memungkinkan untuk ukuran jumlah Anda akan disertakan dalam laporan Anda.
Anda dapat menghitung dan mencetak ringkasan garis berdasarkan semua nilai dalam kolom dengan menggunakan BREAK dan menghitung dalam bentuk sebagai berikut:
BREAK ON LAPORAN
Hitung fungsi DARI kolom kolom kolom ... TENTANG LAPORAN
Untuk mencetak total grand (atau rata-rata grand, grand maksimum, dan sebagainya) selain subtotal (atau sub-rata-rata, dan sebagainya), termasuk kolom istirahat dan klausul PADA LAPORAN di perintah BREAK Anda. Kemudian, masukkan satu perintah menghitung kolom istirahat dan lain untuk menghitung ON LAPORAN:
BREAK ON break_column TENTANG LAPORAN
Hitung fungsi DARI kolom TENTANG break_column
Hitung fungsi DARI kolom TENTANG LAPORAN
Anda dapat mencetak ringkasan beberapa baris pada kolom istirahat yang sama. Untuk melakukannya memasukkan fungsi untuk setiap baris perintah ringkasan dalam menghitung sebagai berikut:
Hitung fungsi fungsi ... DARI kolom kolom ... TENTANG break_column
Untuk melihat daftar definisi menghitung saat ini, masukkan perintah menghitung dengan pasal no. Untuk menghapus definisi menghitung saat ini, masukkan perintah CLEAR dengan klausa menghitung. Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan menghitung perintah CLEAR pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah menghitung sebelumnya masukkan tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
MENDEFINISIKAN JUDULNYA PAGE DAN DIMENSI
Halaman Kata screenful mengacu pada informasi pada layar Anda, atau halaman spooled (dicetak) laporan. Anda dapat menempatkan judul atas dan bawah pada setiap halaman, mengatur jumlah baris per halaman, dan menentukan lebar setiap baris.
Perintah TTITLE mendefinisikan judul atas, perintah BTITLE mendefinisikan judul bawah. Perintah TTITLE atau BTITLE terdiri dari nama perintah TTITLE atau BTITLE diikuti oleh satu atau lebih klausa menentukan posisi atau format dan nilai CHAR Anda ingin menempatkan di posisi itu atau memberikan format tersebut. Anda dapat menyertakan beberapa set klausa dan nilai-nilai CHAR:
TTITLE pos_clause (s) char_value pos_clause (s) char_value ...
Atau
BTITLE pos_clause (s) char_value pos_clause (s) char_value ...
Untuk deskripsi dari semua TTITLE dan klausa BTITLE, lihat diskusi TTITLE dalam bab 6 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi. Klausul yang paling sering digunakan TTITLE dan BTITLE adalah sebagai berikut:
n COL Membuat nilai CHAR selanjutnya muncul dalam kolom tertentu baris.
SKIP n melompat ke kali n baris baru.
KIRI Waktu-meluruskan nilai CHAR berikut.
Pusat CENTER nilai CHAR berikut.
HAK kanan meluruskan nilai CHAR berikut.
2.PL/SQL
PL/SQL (Procedural Language/Structured Query Language) merupakan sebuah penggabungan antara bahasa pemrograman prosedural (PL) dan SQL syntax. PL/SQL adalah fasilitas yang disediakan Oracle sehingga pengguna dapat memanfaatkan konsep pemrograman. Dalam PL/SQL dapat digunakan perintah untuk memanipulasi data yang ada dalam database Oracle. PL/SQL membentuk pemrograman terstruktur dalam memproses data.
Beberapa kelebihan PL/SQL dalam database Oracle :
• PL/SQL dapat digunakan di server sehingga client hanya dapat mengakses didalam server.
• Penggunaan PL/SQL mudah dimengerti oleh setiap pengguna.
• PL/SQL dapat didesain khusus untuk database Oracle dalam menggunakan program aplikasi.
Aturan penulisan:
• Dapat ditulis dalam beberapa baris (tidak harus dalam satu baris perintah)
• Dapat berupa nested blok
• Karakter dan literal diapit oleh tanda kutip
• Setiap perintah/blok diakhiri dengan titik koma(;)
• Komentar diawali dengan tanda min dua kali(--) atau diapit dengan tanda /*…*/
• Pemberian nilai menggunakan :=
• Dapat menggunakan Bind Variable
• Tanda garis miring(/) berarti “run”
Struktur PL/SQL
Struktur PL/SQL mirip dengan struktur bahasa pascal atau delphi yang menggunakan struktur blok, sehingga akan mempermudah pengertian dalam pemrograman dengan PL/SQL. Struktur Blok berisi perintah SQL dengan kondisi yang berbeda. Perintah PL/SQL dapat menangani kesalahan saat dijalankan. Setiap pengetikan dengan menggunakan PL/SQL dalam SQL*Plus selalu diakhiri dengan tanda /(slash). Sintaks penggunaan PL/SQL adalah sebagai berikut :
Declare
Begin
Exception
End
Pemanggilan PL/SQL :
• Langsung dari SQL Plus
• Dari Aplikasi
• Dari PL/SQL lainnya
Sub Program :
a. Nama dari blok PL/SQL yang dapat menerima parameter dan dapat dipanggil terdapat dua jenis:
• Sebuah prosedur yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan tertentu
• Sebuah fungsi yang digunakan untuk menghitung suatu nilai
b. Menggunakan struktur blok PL/SQL standart
c. Modular dapat dipergunakan berulang-ulang, ditingkatkan/dikembangkan dan mudah dalam perawatan.
Struktur diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Bagian Judul (Header)
Bagian ini hanya digunakan jika PL/SQL diberikan nama,misalnya untuk prosedur atau fungsi. Bagian ini berisi nama blok,daftar parameter, dan pengembalian hasil (return) jika blok adalahfungsi.
2. Bagian Deklarasi (declaration)
Bagian ini untuk membuat deklarasi mengenai semua variable dan konstanta yang direferensikan dalam pernyataan PL/SQL. Bagian deklarasi ini dimulai dengan perintah DECLARE. Jika tidak ada variable atau konstanta yang ingin dideklarasikan bagian ini boleh dihilangkan, bersifat optional.
3. Bagian Eksekusi (Execution)
Bagian ini memuat pernyataan-pernyataan PL/SQL yang akan ditulis. Bagian eksekusi ini harus dimulai dengan perintah BEGIN.
4. Bagian Perkecualian (Exception)
Bagian ini memuat cara menangani kesalahan-kesalahan (error) pada waktu eksekusi program PL/SQL, bersifat optional. Jika program tidak memuat cara menangani kesalahan, bagian ini boleh dihilangkan.Setiap pernyataan PL/SQL harus diakhiri dengan tanda titik koma(;) dan semua program PL/SQL harus diakhiri dengan perintah END.
Bentuk Umum Struktur PL/SQL
DECLARE
variabel tipe_data;
konstanta CONSTANT tipe_data := nilai;
...
BEGIN
statement_1;
statement_2;
...
EXCEPTION
WHEN nama_eksepsi THEN statement_untuk_mengatasi_error;
...
END;
DBMS_OUTPUT merupakan paket yang disediakan oleh Oracle PL / SQL dan PUT_LINE merupakan salah satu prosedur yang dikemas. Menampilkan nilai-nilai pada SQL Plus * terminal yang harus diaktifkan dengan SERVEROUTPUT SET ON terlebih dahulu. Untuk menjalankan kode sampel ini, login ke SQL * Plus. PL / SQL blok diakhiri dengan tanda garis miring / atau garis byitself.
Tipe Data
a. Tipe Data dasar :
• Numerik
• NUMBER, BINARY_INTEGER, DEC, DOUBLE PRECISION, INTEGER, INT, NUMERIC, REAL, SMALLINT
• Karakter
• VARCHAR2, CHAR, LONG
• DATE
• BOOLEAN
• ROWID
b. Tipe Data tambahan : RECORD, ARRAY
Type data yang dapat dikenali dalam PL/SQL dapat berupa type data SQL dan type data seperti :
1. BOOLEAN
Dipakai untuk menyatakan data logika, yaitu TRUE(benar), FALSE(salah), dan NULL(kosong).
2. BINARY_INTEGER
Digunakan untuk mendeklarasikan bilangan yang tidak mempunyai angka desimal. Tipe dataNATURAL dan POSITIVE merupakan subset dariBINARY_INTEGER.
3. %TYPE
Tipe data ini dipakai untuk menandakan bahwa variabelyang deklarasikan sama dengan tipe data dari kolom tabel tertentu.
4. %ROWTYPE
Tipe data ini menandakan bahwa sekelompok variabel adalah sama dengan tipe data darirow suatu tabel tertentu.
5. Tabel dan Record
Tipe data komposit untuk pemakaian yang lebih kompleks.
Variabel dan Konstanta
Pada bagian deklarasi ditempatkan variable dan konstanta yang dipakai oleh pernyataan PL/SQL yang dibuat.
• Variabel adalah sebuah peubah yang digunakan untuk menampung sebuah nilai di memori komputer. Dapat menerima nilai baru atau sebaliknya diubah pada saat program dieksekusi Bentuk Umum :
variable_name datatype [NOT NULL := value ];
Keterangan :
• Variable_name adalah nama variabel.
• Datatype adalah valid PL / SQL datatype.
• NOT NULL adalah sebuah spesifikasi opsional pada variabel.
• Nilai atau DEFAULT juga merupakan spesifikasi opsional, di mana anda bisa menginisialisasi variabel.
• Setiap deklarasi variabel adalah pernyataan terpisah dan harus diakhiri dengan titik koma.
Ketika variabel ditetapkan sebagai TIDAK NULL, Anda harus menginisialisasi variable ketika dideklarasikan. Contoh di bawah ini menyatakan dua variabel, salah satunya adalah tidak null.
Nilai variabel yang bisa berubah dalam pelaksanaan atau pengecualian bagian PL / SQL Block. Kita dapat menempatkan nilai ke variabel dalam dua cara yang diberikan di bawah ini.
1. Kita dapat langsung memberikan nilai pada variabel. Sintaks Umum adalah: variable_name:= value;
2. Kita dapat menempatkan nilai ke variabel langsung dari kolom database dengan menggunakan SELECT… INTO statement. INTO pernyataan.
• Konstanta
Digunakan untuk menyimpan sebuah nilai di memori komputer. Nilai yang disimpan bersifat tetap (konstan). Nilai ditentukan pada saat deklarasi dibuat sehingga nilainya tetap pada saat program dieksekusikan.
Contoh Deklarasi Konstanta :
DECLARE
pi CONSTANT real := 3.14;
lebar CONSTANT integer := 100;
Komentar
• Digunakan untuk memudahkan proses maintenance
• Jenis komentar :
• /* ... */ : untuk beberapa baris komentar
• -- ... : untuk satu bari komentar
Contoh :
/* Ini adalah komentar Oracle */
-- Ini juga komentar Oracle
PL/SQL (Procedural Language/Structure Query Language) adalah suatu blok yang berisi skrip-skrip bahasa prosedural. PL/SQL merupakan bahasa pemrograman procedural. PL/SQL dapat meningkatkan kinerja database
Struktur Blok PL/SQL
• Terdapat tiga bagian :
– Bagian pendeklarasian tipe data (opsional)
– Bagian penulisan perintah
– Bagian eksepsi (opsional)
PL / SQL mendukung variabel, kondisi, loop dan pengecualian. Array juga didukung, meskipun dengan cara yang agak tidak biasa, yang melibatkan penggunaan PL / SQL koleksi. PL / SQL koleksi adalah topik yang agak maju. Implementasi dari versi 8 dan seterusnya Oracle Database telah memasukkan fitur yang berhubungan dengan objek-orientasi. PL / SQL program unit (dasarnya kontainer code) dapat dikompilasi ke database Oracle. Pemrogram sehingga dapat menanamkan PL / SQL unit fungsionalitas ke dalam database secara langsung. Mereka juga dapat menulis skrip yang berisi PL / SQL program unit yang dapat membaca ke database menggunakan alat Oracle SQL * Plus.
Setelah unit program telah disimpan ke dalam database, mereka menjadi tersedia untuk eksekusi di lain waktu. Sementara programmer dapat dengan mudah menanamkan Data Manipulation Language (DML) laporan langsung ke / kode mereka PL SQL lurus ke depan dengan menggunakan statemen SQL, Data Definition Language (DDL) membutuhkan lebih kompleks "Dynamic SQL" pernyataan yang akan ditulis dalam kode / PL SQL. Namun, pernyataan DML mendukung mayoritas PL / SQL code dalam aplikasi perangkat lunak khas.
Dalam kasus PL / SQL SQL dinamis, versi awal dari Database Oracle diperlukan penggunaan perpustakaan paket DBMS_SQL rumit Oracle. versi lebih baru memiliki namun memperkenalkan sederhana "Native Dynamic SQL", bersama dengan sintaks terkait SEGERA MELAKSANAKAN.
Oracle Corporation lazim menambah fungsionalitas setiap rilis paket dengan berturut-turut dari Database Oracle.
TPengecualian, kesalahan yang timbul selama pelaksanaan kode, memiliki satu dari dua jenis:
1. TPredefined pengecualian
2. TDitetapkan pengguna pengecualian.
Tipe data utama dalam PL / SQL termasuk NOMOR, INTEGER, CHAR, VARCHAR2, DATE, TIMESTAMP, dll TEKS. Fungsi di PL / SQL adalah kumpulan SQL dan / PL SQL laporan yang melakukan tugas dan harus mengembalikan nilai ke lingkungan menelepon. fungsi yang didefinisikan pengguna digunakan untuk melengkapi ratusan fungsi yang dibangun oleh Oracle.Simak
Baca secara fonetik
Ada dua jenis fungsi dalam PL / SQL. Fungsi tradisional ditulis dalam bentuk:
TCREATET TORT TREPLACET TFUNCTIONT TT T[(TinputT/Toutput variable declarationsT)]T TRETURNT return_type
T[TTAUTHIDT TTT]T T
T[Tdeclaration blockT]
TBEGIN
T
TRETURNT T;
T[TTEXCEPTION
TEXCEPTIONT blockT]
TRETURNT T;
TENDTT;
Penulisan funsi tabel :
TCREATET TORT TREPLACET TFUNCTIONT TT T[(TinputT/Toutput variable declarationsT)]T TRETURNT return_type
T[TTAUTHIDT TTT]T T[TTTT]T T
T[Tdeclaration blockT]
TBEGIN
T
PIPE TROWT T;
TRETURNTT;
T[TTEXCEPTION
TEXCEPTIONT blockT]
PIPE TROWT T;
TRETURNTT;
TENDTT;
• Numeric variables
variable_name NUMBER(P[,S]) := VALUE;
Tuntuk mendefinisikan sebuah variabel numerik, programmer menambahkan para NOMOR tipe variabel dengan definisi nama. Untuk menentukan presisi (opsional) (P) dan skala (opsional) (S), salah satu lebih lanjut dapat menambahkan ini dalam kurung bulat, dipisahkan dengan koma. ("Precision" dalam konteks ini mengacu pada jumlah digit yang variabel dapat menahan, "skala" mengacu pada jumlah digit yang dapat mengikuti titik desimal.)T TSebuah pilihan tipe data lain untuk variabel numerik akan mencakup: binary_float, binary_double, Desember, desimal presisi, double, float, integer, int, numerik, nyata, smallint, binary_integer
• TCharacter variables
variable_name TVARCHAR2TT(TLT)T T:=T T'Text'TT;
TUntuk mendefinisikan sebuah variabel karakter, programmer biasanya menambahkan para VARCHAR2 tipe variabel dengan definisi nama. Ada berikut dalam kurung jumlah karakter maksimum yang dapat menyimpan variabel. Tipe data lain untuk variabel karakter meliputi: varchar, char, panjang, mentah, panjang mentah, nchar, nchar2, CLOB, gumpalan, bfile
TPL / SQL fungsi analogi ke tertanam bahasa prosedural yang terkait dengan database relasional lainnya. Sybase ASE dan Microsoft SQL Server telah Transact-SQL, PostgreSQL memiliki PL / DB2 pgsql (yang mencoba untuk meniru PL / SQL ke mana), dan IBM termasuk SQL prosedural Bahasa, [3] yang sesuai dengan / standar SQL ISO SQL PSM .T TPara desainer dari PL / SQL model sintaks pada bahwa Ada. Baik Ada dan PL / SQL memiliki Pascal sebagai nenek moyang yang sama, dan PL / SQL juga menyerupai Pascal dalam berbagai aspek. Struktur paket / PL SQL mirip struktur Pascal program dasar atau unit Borland Delphi. Pemrogram dapat mendefinisikan data global-jenis, konstanta dan variabel statis, publik dan swasta, dalam sebuah paket / PL SQL.T
TPL / SQL juga memungkinkan untuk definisi kelas dan instantiate ini sebagai obyek dalam PL / SQL code. Ini menyerupai penggunaan dalam bahasa pemrograman berorientasi objek seperti Object Pascal, C dan Java. PL / SQL merujuk kepada kelas sebagai suatu "Abstrak Data Type" (ADT) atau "User Defined Type" (UDT), dan mendefinisikan sebagai tipe data SQL Oracle-sebagai lawan jenis / PL SQL yang ditetapkan pengguna, yang memungkinkan yang digunakan baik dalam Engine Oracle SQL dan Oracle PL / SQL engine. Constructor dan metode dari Tipe Data Abstrak ditulis dalam PL / SQL. The Tipe Data Abstrak dihasilkan dapat beroperasi sebagai kelas objek dalam PL / SQL. objek tersebut juga dapat bertahan sebagai nilai-nilai kolom dalam tabel database Oracle.
TPL / SQL pada dasarnya berbeda dari Transact-SQL, meskipun kesamaan dangkal. Porting kode dari satu ke yang lain biasanya melibatkan kerja non-sepele, bukan hanya karena perbedaan dalam fitur set dari dua bahasa, tetapi juga karena perbedaan yang sangat signifikan dalam cara menangani Oracle dan SQL Server dengan concurrency dan penguncian.T
TProyek Fyracle bertujuan untuk memungkinkan eksekusi PL / SQL code dalam open-source database Firebird.
Pembahasan kali ini menunjukkan kepada kita bagaimana menyusun aliran kontrol melalui program PL/SQL. Kita akan mempelajari bagaimana perintah-perintah dihubungkan dengan struktur-struktur kontrol sederhana namun powerful, yang memiliki Tsingle entryT dan Texit pointT. Secara bersama-sama, struktur-struktur ini dapat menangani berbagai situasi. Penggunaan yang tepat akan menghasilkan program terstruktur yang baik. Keuntungan Penggunaan PL/SQL
• Integrasi
– Memungkinkan Aplikasi dan Oracle Server menggunakan Library yang dapat digunakan bersama-sama dalam bentuk stored procedure
– Peningkatan Kinerja
– Penggunaan PL/SQL, memungkinkan pengiriman perintah secara blok dalam satu perintah yang secara drastis dapat menurunkan trafik jaringan
– Modular. Bentuk modular memungkinkan banyak kemudahan yang dapat diperoleh
– Portable. PL/SQL adalah sarana yang asli dimiliki oleh Oracle Server, artinya, program PL/SQL dapat dengan mudah dipindahkan dari satu Oracle Server ke Oracle Server lainnya, meskipun dengan OS atau platform yang berbeda.
– Dapat mendeklarasikan Variable
– Dapat berupa Variable, Constant, Cursor dan Exception
– Penggunaan variable/identifier sangat memudahkan dalam membuat suatu perintah. Misalkan untuk membaca hasil suatu perintah SELECT untuk diproses dan hasilnya digunakan untuk melakukan proses lainnya
– Dapat menggunakan Struktur Kontrol :LOOP, FOR, WHILE
– Dapat menangani Error
– Error bisa dihasilkan/dibangkitkan oleh Oracle
– Server atau bisa dibangkitkan sendiri dengan sengaja
– Untuk mengantisipasi berbagai hal yang barangkali sulit untuk ditangani secara langsung menggunakan kontrol program
Bagian ini akan memberikan pemahaman dasar dari SQLPlus. Sebagian besar informasi yang terkandung dalam bagian ini LANGSUNG diekstrak dari `` SQL PLUS * Panduan Pengguna dan Referensi''dan kredit semua harus diberikan kepada ORACLE. Jika Anda memerlukan informasi lebih detail dari yang diberikan dalam bagian ini, konsultasikan dengan `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi.
SQL * Plus memungkinkan Anda untuk memanipulasi perintah SQL dan / PL SQL blok, dan untuk melakukan banyak tugas-tugas tambahan juga. Melalui Plus * SQL, Anda dapat:
* Memasukkan, mengedit, menyimpan, mengambil, dan menjalankan perintah SQL dan / PL SQL blok
* Format, melakukan perhitungan pada, menyimpan, dan mencetak hasil query dalam bentuk laporan
* Kolom daftar definisi untuk tabel apapun
* Mengakses dan menyalin data antara database SQL (tidak tercakup)
* Mengirim pesan ke dan menerima tanggapan dari pengguna akhir (tidak tercakup)
Memulai SQL * Plus
Contoh ini menunjukkan Anda bagaimana untuk memulai SQL * Plus. Ikuti langkah-langkah yang ditampilkan.
1. Pertama login ke ID pengguna sistem Anda.
2. Masukkan perintah sqlplus `` /''.
Catatan: Contoh ini mengasumsikan bahwa Anda telah diberi ID ORACLE pengguna yang sama sebagai login Anda. Jika Anda lupa untuk menambahkan ``/'' Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan sandi Anda untuk ID pengguna Anda ORACLE, dalam hal ini Anda harus menekan $ \ C baji $ (cntrl-C) dan memulai dari awal. Memasuki sistem user ID dan password tidak akan membuat Anda akses ke SQL * Plus. Jika Anda ID pengguna ORACLE berbeda dari ID sistem anda lihat `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''.
SQL * Plus menampilkan nomor versinya, tanggal, dan informasi hak cipta, dan secara otomatis memeriksa otentikasi Anda. Selanjutnya, SQL * Plus menampilkan perintah SQL * Plus prompt:
">SQL>
Perintah Prompt menunjukkan bahwa SQL * Plus siap untuk menerima perintah anda.
Membiarkan * SQL Plus
Untuk meninggalkan SQL * Plus, masukkan''atau `` `` EXIT QUIT''perintah pada perintah SQL * Plus prompt (case sensitive):
QUIT">SQL> QUIT
SQL * Plus menampilkan versi ORACLE Anda terputus dari dan versi alat yang tersedia melalui SQL * Plus. Setelah beberapa saat Anda melihat prompt sistem operasi.
Memasuki dan Menjalankan Perintah
Untuk memberitahu SQL * Plus apa yang harus dilakukan, cukup ketik perintah yang Anda ingin untuk masuk. Biasanya, Anda memisahkan kata-kata dalam sebuah perintah dari satu sama lain dengan spasi atau tab. Anda dapat menggunakan spasi tambahan atau tab antara kata-kata, jika Anda ingin, untuk membuat perintah Anda lebih mudah dibaca.
Anda dapat memasukkan tiga macam perintah pada command prompt:
* SQL perintah, untuk bekerja dengan informasi dalam database
* PL / SQL blok, juga bekerja dengan informasi dalam database (tidak tercakup)
* Perintah SQL * Plus, untuk memformat hasil query, pilihan pengaturan dan mengedit dan menyimpan perintah SQL dan / PL SQL blok.
Perintah SQL
Bahasa perintah SQL memungkinkan Anda untuk memanipulasi data dalam database. Sintaks dari perintah query SQL tidak akan dibahas dalam manual ini, karena ini tercakup dalam kuliah Anda. Pada bagian ini kita akan membahas logistik dari SQL * Plus yang berhubungan dengan SQL, dan pada Bab 6 kita akan membahas beberapa perintah SQL yang berhubungan dengan memanipulasi data kamus.
1. Contoh di bawah ini menunjukkan Anda bagaimana untuk memasukkan perintah SQL:
SELECT EMPNO, ENAME, JOB, SAL">SQL> SELECT EMPNO, nama, pekerjaan dan SAL
Jika Anda membuat kesalahan, gunakan [BACKSPACE] untuk menghapusnya dan masukkan kembali. Setelah selesai, tekan [RETURN] untuk pindah ke baris berikutnya.
2. SQL * Plus akan menampilkan''2 ``, prompt untuk baris kedua.
2 DARI EMP WHERE Titik koma (;) berarti bahwa ini adalah akhir dari perintah. Tekan [RETURN] dan SQL * Plus akan memproses perintah dan menampilkan hasil di layar. Setelah menampilkan hasil dan jumlah baris diambil, SQL * PLus menampilkan prompt perintah lagi.
">SQL>
Jika anda melakukan kesalahan dan karena itu tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, cukup masukkan kembali perintah.
Anda dapat membagi perintah SQL Anda ke dalam baris yang berbeda di setiap poin yang Anda inginkan, selama kata-kata individual tidak dibagi antara baris.
Anda dapat mengakhiri perintah SQL dalam salah satu dari tiga cara:
1. Sebuah titik koma (;) mengatakan * SQL plus yang Anda ingin menjalankan perintah. SQL * Plus akan memproses perintah dan menyimpannya dalam buffer SQL. Catatan: Anda tidak dapat memasukkan (/**/) komentar pada baris yang sama yang Anda masukkan titik koma.
2. A slash (/) on line dengan sendirinya juga memberitahu SQL * Plus yang ingin anda jalankan perintah. SQL * Plus akan memproses perintah dan menyimpannya dalam buffer SQL.
3. Sebuah baris kosong mengatakan SQL * Plus bahwa Anda telah selesai memasukkan perintah, tetapi tidak ingin menjalankannya lagi. Tekan [RETURN] pada akhir baris terakhir perintah. SQL * Plus meminta Anda dengan nomor lain baris. Tekan [RETURN] lagi; SQL * Plus sekarang meminta Anda dengan perintah SQL * Plus prompt. SQL * Plus tidak mengeksekusi perintah, tetapi menyimpan dalam buffer SQL. Jika Anda kemudian masukkan lagi perintah SQL dan jalankan dengan menggunakan tanda titik koma (;) atau garis miring (/), SQL * Plus menimpa perintah tidak dijalankan dalam buffer.
Perintah SQL * Plus
Anda dapat menggunakan SQL * Plus perintah untuk memanipulasi perintah SQL dan / PL SQL blok, dan untuk hasil query format dan cetak.
Untuk mempercepat entri perintah, Anda dapat menyingkat banyak perintah SQL * Plus untuk satu atau beberapa huruf. Untuk singkatan dari semua perintah SQL * Plus, mengacu pada deskripsi perintah dalam Bab 6 dari SQL Plus `` * Panduan Pengguna dan''Referensi.
Anda dapat melanjutkan perintah SQL * Plus dengan mengetik panjang tanda hubung (-) pada akhir baris dan menekan [RETURN]. Jika Anda ingin, Anda dapat mengetik spasi sebelum mengetik tanda hubung tersebut. $) as a prompt for each additional line.">SQL * Plus menampilkan ($>$) sudut-braket kanan sebagai prompt untuk setiap baris tambahan.
Anda tidak perlu mengakhiri perintah SQL * Plus dengan titik koma. Ketika Anda selesai memasukkan perintah, Anda hanya dapat menekan [RETURN]. Namun, jika Anda ingin, Anda dapat memasukkan tanda titik koma pada akhir perintah SQL * Plus.
Anda dapat menggunakan beberapa perintah SQL * Plus untuk mengedit perintah SQL atau PL / SQL blok tersimpan saat ini dalam buffer. Atau, Anda bisa menggunakan editor host sistem operasi untuk mengedit isi buffer. Perintah SQL * Plus tidak disimpan dalam buffer, Anda harus mengedit mereka pada prompt atau masukkan kembali perintah.
SQL * Plus menyediakan beberapa pengeditan baris perintah untuk membantu Anda memodifikasi buffer. pengeditan baris perintah ini hanya akan tercantum di bawah ini dan tidak akan dijelaskan, untuk penjelasan dari perintah ini, lihat Bab 3 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi.
Perintah SQL * Plus SINGKATAN PERINTAH TUJUAN
Sebuah teks APPEND menambahkan teks di akhir baris
Ganti / tua C / baru / lama / perubahan baru lama dengan yang baru baris
Ganti / teks teks C menghapus teks dari baris
CLEAR BUFFER CL Buff menghapus semua baris
DEL (none) menghapus baris
INPUT saya menambahkan satu atau lebih baris
INPUT teks teks cara menambahkan baris yang terdiri dari teks
DAFTAR L daftar semua lini dalam buffer SQL
DAFTAR n L n ATAU n daftar satu baris
DAFTAR * L * daftar baris saat ini
DAFTAR TERAKHIR L LAST daftar baris terakhir
DAFTAR m n L m n daftar berbagai baris (m ke n)
Setelah Anda telah memodifikasi buffer Anda dapat menggunakan RUN''`` perintah untuk mengeksekusi isi buffer. Untuk menyimpan isi buffer ke file teks, menggunakan file `` SAVE \ _name''perintah.
Anda dapat menggunakan editor teks default host sistem operasi Anda untuk membuat dan mengedit file sistem host dan memodifikasi buffer SQL * Plus. Untuk memanggil editor teks default tanpa meninggalkan SQL * Plus masukkan:
EDIT">SQL> EDIT
EDIT beban isi dari buffer ke dalam editor teks default sistem anda. Ketika Anda keluar dari editor teks Anda, teks akan disimpan kembali ke dalam buffer saat ini.
Untuk memuat isi buffer ke dalam editor teks selain default (EDITOR variabel lingkungan), gunakan perintah SQL * Plus DEFINE untuk mendefinisikan sebuah variabel, \ _EDITOR, untuk memegang nama editor.
DEFINE _EDITOR = /usr/gnu/bin/emacs">SQL> DEFINE _EDITOR = / usr /
gnu / bin / emacs
Anda dapat membuat sebuah file perintah dengan host sistem operasi editor teks dengan memasukkan EDIT diikuti dengan nama file:
EDIT file_name">SQL> EDIT nama_file
EDIT menambahkan nama file ekstensi `` SQL''ke nama. Kecuali Anda mengetik waktu dan ekstensi yang berbeda di akhir nama file.
Bila Anda membuat file perintah dengan menggunakan EDIT, Anda dapat menyertakan perintah SQL * Plus pada akhir file. Anda tidak dapat melakukan ini ketika Anda membuat file perintah dengan menggunakan perintah INPUT dan SAVE karena SAVE menambahkan garis miring pada akhir file. slash Hal ini akan menyebabkan SQL * Plus untuk menjalankan file perintah dua kali, sekali setelah mencapai titik koma pada akhir perintah SQL terakhir, dan sekali setelah mencapai garis miring pada akhir file.
Anda dapat memasukkan komentar dalam sebuah file perintah dalam salah satu dari tiga cara:
1. Menggunakan perintah KETERANGAN pada baris dengan sendirinya dalam file perintah, diikuti oleh komentar pada baris yang sama. Untuk melanjutkan komentar pada baris tambahan, masukkan perintah tambahan KETERANGAN. Jangan letakkan perintah KETERANGAN antara baris yang berbeda dari perintah SQL tunggal.
2. Menggunakan pembatas komentar SQL, /*...*/, pada baris terpisah dalam file perintah Anda, pada baris yang sama sebagai perintah SQL, atau pada baris dalam sebuah blok / PL SQL. Komentar dapat baris span ganda.
3. Menggunakan ANSI / ISO `` - \''ruang-gaya komentar dalam pernyataan SQL, / PL SQL blok, atau * SQL Plus perintah. Karena tidak ada pembatas berakhir, komentar tidak dapat span beberapa baris. Untuk PL / SQL dan SQL, masukkan komentar setelah perintah pada satu baris atau satu baris sendiri. Untuk perintah SQL Plus *, Anda hanya dapat memasukkan `` - \''ruang-gaya komentar jika mereka tinggal sendirian di garis.
Jika Anda ingin menempatkan isi dari sebuah file perintah dalam buffer, Anda harus mengambil perintah dari file di mana mereka disimpan. Anda dapat mengambil file dengan menggunakan perintah SQL * Plus:
GET file_name">SQL> GET nama_file
Ketika sesuai dengan sistem operasi, SQL * Plus menambahkan periode dan SQL ekstensi untuk nama file kecuali anda mengetik suatu periode pada akhir nama file diikuti dengan ekstensi yang berbeda. Setelah isinya dalam buffer, Anda dapat mengedit perintah lebih lanjut dan jika file tidak berisi perintah SQL * Plus, Anda juga bisa jalankan dengan perintah RUN.
Perintah START mengambil file perintah dan menjalankan perintah (s) yang dikandungnya. Gunakan MULAI untuk menjalankan sebuah file yang berisi perintah perintah SQL, / PL SQL blok, dan / atau SQL Plus * perintah.
START file_name">SQL> START nama_file
Anda juga dapat menggunakan perintah @ (`` di''tanda) untuk menjalankan file perintah. Perintah @ daftar dan menjalankan perintah dalam file perintah yang ditentukan dalam cara yang sama seperti perintah START.
@file_name">SQL> @ nama_file
Anda dapat menjalankan file perintah setelah Anda mulai SQL * Plus dari sistem prompt:
% Sqlplus / @ nama_file
Jika file perintah Anda menghasilkan kesalahan SQL saat menjalankan dari file batch pada sistem operasi tuan rumah, Anda mungkin ingin membatalkan file perintah dan keluar dengan kode kembali. Gunakan * SQL Plus perintah SQLERROR Setiap kali melakukan hal ini.
Anda mungkin ingin mengatur Anda SQL * Plus lingkungan dengan cara tertentu (seperti menunjukkan waktu saat ini sebagai bagian dari SQL * Plus prompt) dan kemudian menggunakan kembali pengaturan tersebut dengan setiap sesi. Anda melakukan ini dengan membuat sebuah file yang bernama ``''login.sql yang akan dibaca dari direktori saat ini ketika SQL * Plus dimulai. Anda dapat menambahkan perintah SQL / PL SQL blok, atau SQL * Plus perintah untuk file ini.
INTERAKTIF PERINTAH SQL * Plus
Berikut adalah beberapa fitur dari SQL * Plus memungkinkan Anda untuk mengatur file perintah yang memungkinkan input pengguna akhir:
* Mendefinisikan variabel pengguna
* Mengganti nilai dalam perintah
* Menggunakan perintah START untuk memberikan nilai
* Mendorong nilai-nilai
1.Anda dapat mendefinisikan variabel, variabel user baru bernama, untuk penggunaan berulang kali dalam sebuah file perintah tunggal dengan menggunakan SQL * Plus perintah DEFINE. Perlu diketahui bahwa Anda juga dapat mendefinisikan variabel pengguna untuk digunakan dalam judul dan untuk menghemat tekanan tombol (dengan mendefinisikan string sepanjang nilai untuk sebuah variabel dengan nama pendek).
DEFINE EMPLOYEE = SMITH">SQL> DEFINE KARYAWAN SMITH =
Untuk melihat daftar semua variabel definisi pengguna, masukkan DEFINE dengan sendirinya pada prompt perintah.
2.Sebuah variabel substitusi adalah variabel nama pengguna didahului oleh satu atau dua ampersands (\ &). Ketika bertemu dengan SQL * Plus sebuah variabel substitusi perintah, SQL * Plus mengeksekusi perintah seolah-olah itu berisi nilai dari variabel substitusi, daripada variabel itu sendiri.
Anda dapat menggunakan variabel substitusi di mana saja di SQL dan SQL * Plus perintah, kecuali sebagai kata pertama masuk pada prompt perintah. Ketika bertemu dengan SQL * Plus substitusi variabel tidak terdefinisi dalam perintah, SQL * Plus meminta Anda untuk nilai.
SQL * Plus membaca respon Anda dari keyboard, bahkan jika Anda memiliki masukan diarahkan terminal atau output ke sebuah file. Jika terminal tidak tersedia (jika, misalnya, Anda menjalankan file perintah dalam mode batch), SQL
* Plus menggunakan file dialihkan.
Jika perintah SQL yang berisi referensi memiliki tanda kutip sekitar variabel dan Anda tidak menyertakan mereka, maka pengguna harus menyertakan tanda kutip saat diminta. SQL * Plus baris yang berisi daftar variabel substitusi dua kali: sekali sebelum mengganti nilai yang Anda masukkan dan sekali setelah substitusi. Anda dapat menekan daftar ini dengan menetapkan VERIFIKASI perintah SET variabel ke OFF.
SQL * Plus secara otomatis mendefinisikan setiap variabel substitusi didahului oleh dua ampersands (jika sudah ditetapkan), tetapi tidak DEFINE yang didahului oleh satu ampersand. Jika Anda ingin menambahkan karakter segera setelah sebuah variabel substitusi, menggunakan periode untuk memisahkan variabel dari karakter. Misalnya,
SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO='&X.01';">SQL> SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO = '& X.01';
Masukkan nilai untuk X: 123
akan diinterpretasikan sebagai:
SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO='12301';">SQL> SELECT * FROM EMP WHERE EMPNO = '12301 ';
3.Anda dapat memotong meminta nilai yang terkait dengan variabel substitusi dengan melewatkan nilai ke parameter dalam sebuah file perintah melalui perintah START. Anda melakukan ini dengan menempatkan sebuah ampersand (&) diikuti dengan angka di file perintah di tempat variabel substitusi. Setiap kali Anda menjalankan file ini perintah, MULAI menggantikan masing-masing & 1 dalam file dengan nilai pertama (disebut argumen) setelah nama_file START, kemudian mengganti masing-masing & 2 dengan nilai kedua, dan sebagainya. Catatan: Anda tidak dapat menggunakan parameter ketika Anda menjalankan perintah dengan RUN atau garis miring (/). Anda harus menyimpan perintah dalam file perintah dan menjalankannya dengan START.
4.Tiga perintah SQL * Plus - PROMPT, ACCEPT dan PAUSE - membantu Anda berkomunikasi dengan pengguna akhir. PROMPT hanya menampilkan pesan Anda tentukan pada layar, menggunakannya untuk memberikan arah atau informasi kepada pengguna. MENERIMA meminta pengguna untuk nilai dan menyimpannya dalam variabel pengguna yang Anda tentukan.
INPUT">SQL> INPUT
1. PROMPT Masukkan nomor karyawan yang valid
2. PROMPT Sebagai contoh: 7123, 7456, 7890
3. MENERIMA EMP NOMOR ENUMBER PROMPT '. tidak:. "
4. SELECT nama, MBR, JOB, SAL
5. DARI EMP
6. WHERE EMPNO = & ENUMBER
7.SAVE PROMPT2">SQL> SAVE PROMPT2
Dibuat PROMPT2 file
START PROMPT2 ...">SQL> START PROMPT2 ...
Jika Anda ingin menampilkan pesan pada layar pengguna dan kemudian memiliki pengguna masukkan [RETURN] setelah membaca pesan tersebut, gunakan perintah PAUSE SQL * Plus. Sebagai contoh, Anda mungkin ingin menyertakan baris berikut dalam file perintah:
PROMPT Sebelum melanjutkan, pastikan Anda memiliki kartu account Anda.
Tekan PAUSE RETURN untuk melanjutkan.
Jika Anda ingin menghapus layar sebelum menampilkan laporan (atau pada waktu lainnya), termasuk * SQL Plus perintah CLEAR dengan klausa LAYAR pada titik yang tepat dalam file perintah Anda.
FORMAT HASIL QUERY
Melalui perintah SQL * Plus KOLOM Anda dapat mengubah kolom judul dan memformat data kolom pada hasil query Anda. SQL * Plus menggunakan judul kolom default saat menampilkan hasil query. Anda dapat menentukan kolom lebih bermanfaat pos dengan klausa POS dari perintah KOLOM.
COLUMN ENAME HEADING Employee">SQL> COLUMN ENAME POS Karyawan
COLUMN ENAME HEADING 'Employee|Name'">SQL> COLUMN ENAME POS 'Karyawan | Nama'
SET UNDERLINE =">SQL> SET Underline =
SET UNDERLINE '-'">SQL> SET Underline '-'
Judul baru ini akan tetap berlaku sampai Anda memasukkan pos yang berbeda, format ulang setiap kolom, atau keluar dari SQL * Plus. Untuk mengubah pos untuk dua atau lebih kata, melampirkan pos baru dalam tanda kutip tunggal atau ganda bila Anda memasukkan perintah KOLOM. Untuk menampilkan judul kolom pada lebih dari satu baris, gunakan bar vertikal (|) di mana Anda ingin memulai baris baru. Anda dapat mengubah karakter yang digunakan untuk menggarisbawahi setiap kolom pos dengan menggunakan perintah SET dengan klausa Underline.
KOLOM Perintah ini juga digunakan untuk mengubah format default dan TEKS NOMOR. Perintah KOLOM mengidentifikasi kolom yang ingin Anda format dan model yang ingin Anda gunakan. Hanya beberapa contoh mengenai pemformatan akan ditampilkan, untuk daftar lengkap dari model, lihat halaman 6-23 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''manual. Perintah KOLOM dapat dipengaruhi oleh pengaturan NUMWIDTH, LONGCHUNKSIZE, WRAP, DIBUNGKUS, WRAPPED_WORD, dan variabel dipotong.
COLUMN column_name HEADING model">SQL> COLUMN nama_kolom model POS
COLUMN SAL FORMAT $99,990">SQL> FORMAT KOLOM SAL $ 99.990
COLUMN EMANE FORMAT A4">SQL> COLUMN EMANE FORMAT A4
Jika Anda ingin memberikan tampilan yang sama kolom atribut yang Anda berikan ke kolom lain, Anda harus menggunakan klausa LIKE.
COLUMN COMM LIKE SAL HEADING Bonus">SQL> COLUMN COMM SEPERTI Bonus POS SAL
Untuk melihat daftar tampilan saat ini atribut untuk kolom tertentu atau semua kolom, gunakan klausa KOLOM dengan sendirinya (atau nama kolom). Untuk mengatur ulang tampilan atribut-atribut untuk semua kolom (atau kolom tertentu), gunakan perintah CLEAR (atau klausa CLEAR dari perintah KOLOM). Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan perintah CLEAR COLUMNS pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah yang dimasukkan sebelumnya KOLOM tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
COLUMN">SQL> KOLOM
COLUMN column_name">SQL> COLUMN nama_kolom
CLEAR COLUMNS">SQL> CLEAR COLUMNS
COLUMN column_name CLEAR">SQL> COLUMN nama_kolom CLEAR
Anda dapat menekan dan mengembalikan tampilan atribut yang Anda telah diberikan kepada kolom tertentu melalui perintah KOLOM dengan menggunakan klausa ON dan OFF. Ketentuan OFF memberitahu SQL * Plus untuk menggunakan tampilan default atribut untuk kolom, tetapi tidak menghapus atribut yang sudah Anda tetapkan melalui perintah KOLOM.
COLUMN column_name OFF">SQL> COLUMN nama_kolom OFF
COLUMN column_name ON">SQL> KOLOM nama_kolom ON
SQL * Plus membungkus nilai kolom pada baris tambahan ketika nilai tidak sesuai dalam lebar kolom. Jika Anda ingin menyisipkan pemisah rekor setelah setiap baris DIBUNGKUS produksi atau SETIAP baris kemudian menggunakan variabel RECSEP dan RECSEPCHAR dari perintah SET.
SET RECSEP WRAPPED">SQL> SET RECSEP DIBUNGKUS
SET RECSEP EACH">SQL> SET RECSEP SETIAP
SET RECSEPCHAR '-'">SQL> SET RECSEPCHAR '-'
Anda dapat memiliki seluruh kata dibungkus untuk baris tambahan bila nilai kolom membungkus untuk baris tambahan.
COLUMN column_name WORD_WRAPPED">SQL> COLUMN nama_kolom
WORD_WRAPPED
SQL * Plus BREAK dan perintah menghitung menciptakan bagian dari catatan dan menambah ruang dan / atau garis ringkasan setelah masing-masing subset. Kolom yang Anda tentukan dalam perintah BREAK disebut kolom istirahat yang menekan nilai ganda. Dengan memasukkan kolom istirahat dalam Anda klausa ORDER BY, Anda membuat himpunan bagian yang berarti dari catatan dalam output Anda. Anda kemudian dapat menambahkan format pada subset dalam perintah BREAK sama dan menambahkan ringkasan (berisi total, rata-rata, dan sebagainya) dengan menentukan kolom istirahat dalam perintah menghitung.
BREAK ON DEPTNO">SQL> BREAK ON DEPTNO
SELECT DEPTNO, ENAME, SAL">SQL> SELECT DEPTNO, nama, SAL
2 DARI EMP
3 WHERE SAL <2500>4 ORDER BY DEPTNO;
Anda dapat menyisipkan baris kosong atau memulai halaman baru setiap kali perubahan nilai dalam kolom istirahat.
BREAK ON DEPTNO SKIP 1">SQL> BREAK ON DEPTNO SKIP 1
BREAK ON DEPTNO SKIP PAGE">SQL BREAK> DEPTNO SKIP ON PAGE
Anda mungkin ingin menyisipkan baris kosong atau halaman kosong setelah setiap baris. Perhatikan bahwa hanya SKIP PAGE melompati jumlah baris yang didefinisikan sebagai halaman. Sehingga tidak dapat menyebabkan istirahat halaman fisik.
BREAK ON ROW SKIP 1">SQL> BREAK ON ROW SKIP 1
BREAK ON ROW SKIP PAGE">SQL> BREAK ON PAGE ROW SKIP
Jika Anda ingin menggunakan teknik jarak yang berbeda dalam satu laporan atau ruang masukkan setelah perubahan nilai di lebih dari satu kolom pesan, Anda harus menentukan beberapa kolom dan tindakan dalam perintah BREAK tunggal. Setiap perintah BREAK Anda memasukkan menggantikan yang sebelumnya.
BREAK ON DEPTNO SKIP PAGE ON JOB SKIP 1">SQL BREAK> ON DEPTNO SKIP
SKIP JOB ON PAGE 1
Untuk melihat daftar definisi istirahat saat ini, masukkan perintah BREAK dengan pasal no. Untuk menghapus definisi istirahat saat ini, masukkan perintah CLEAR dengan klausa Breaks. Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan Breaks perintah CLEAR pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah BREAK dimasukkan sebelumnya tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
Jika Anda mengatur baris laporan ke dalam himpunan bagian dengan perintah BREAK, Anda dapat melakukan berbagai perhitungan baris pada masing-masing subset. Anda melakukan ini dengan fungsi dari perintah SQL * Plus Hitung. Gunakan BREAK dan perintah menghitung bersama-sama dalam bentuk sebagai berikut:
BREAK ON PAGE break_column1 PADA break_column2 SKIP SKIP 1
Hitung fungsi DARI kolom kolom kolom ... TENTANG break_column_2
Perintah menghitung tidak memiliki efek tanpa perintah BREAK sesuai. Anda dapat menghitung pada kolom NOMOR, dan dalam kasus tertentu, pada semua jenis kolom. Lihat Hitung dalam Bab 6 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan Referensi''untuk rincian.
Tabel berikut berisi daftar fungsi menghitung dan efeknya: SUM Menghitung jumlah dari nilai
nilai dalam kolom
MIN Menghitung nilai minimum dalam kolom
MAX Menghitung nilai maksimum dalam kolom
AVG Menghitung rata-rata dari nilai dalam kolom
STD Menghitung standar deviasi dari nilai-nilai dalam kolom
VAR Menghitung varians dari nilai dalam kolom
COUNT Menghitung jumlah nilai non-null dalam kolom
NUM Menghitung jumlah baris dalam kolom
Fungsi yang Anda tentukan dalam perintah menghitung berlaku untuk semua kolom yang Anda masukkan setelah OFF dan sebelum ON. Nilai dihitung mencetak pada baris terpisah ketika nilai perubahan kolom dipesan. Label untuk memperoleh nilai yang dihitung muncul pada kolom pertama. Jika Anda menggunakan menghitung pada kolom pertama, Anda harus membuat kolom dummy untuk label menggunakan perintah KOLOM. Jika tidak, label tidak akan dicetak.
Catatan: Format kolom mengontrol tampilan kolom fungsi menghitung, serta nilai-nilai individu kolom. Bila Anda menetapkan format kolom NOMOR, Anda harus memungkinkan untuk ukuran jumlah Anda akan disertakan dalam laporan Anda.
Anda dapat menghitung dan mencetak ringkasan garis berdasarkan semua nilai dalam kolom dengan menggunakan BREAK dan menghitung dalam bentuk sebagai berikut:
BREAK ON LAPORAN
Hitung fungsi DARI kolom kolom kolom ... TENTANG LAPORAN
Untuk mencetak total grand (atau rata-rata grand, grand maksimum, dan sebagainya) selain subtotal (atau sub-rata-rata, dan sebagainya), termasuk kolom istirahat dan klausul PADA LAPORAN di perintah BREAK Anda. Kemudian, masukkan satu perintah menghitung kolom istirahat dan lain untuk menghitung ON LAPORAN:
BREAK ON break_column TENTANG LAPORAN
Hitung fungsi DARI kolom TENTANG break_column
Hitung fungsi DARI kolom TENTANG LAPORAN
Anda dapat mencetak ringkasan beberapa baris pada kolom istirahat yang sama. Untuk melakukannya memasukkan fungsi untuk setiap baris perintah ringkasan dalam menghitung sebagai berikut:
Hitung fungsi fungsi ... DARI kolom kolom ... TENTANG break_column
Untuk melihat daftar definisi menghitung saat ini, masukkan perintah menghitung dengan pasal no. Untuk menghapus definisi menghitung saat ini, masukkan perintah CLEAR dengan klausa menghitung. Perhatikan bahwa Anda mungkin ingin menempatkan menghitung perintah CLEAR pada awal setiap file perintah untuk memastikan bahwa perintah menghitung sebelumnya masukkan tidak akan mempengaruhi permintaan akan anda jalankan di sebuah file yang diberikan.
MENDEFINISIKAN JUDULNYA PAGE DAN DIMENSI
Halaman Kata screenful mengacu pada informasi pada layar Anda, atau halaman spooled (dicetak) laporan. Anda dapat menempatkan judul atas dan bawah pada setiap halaman, mengatur jumlah baris per halaman, dan menentukan lebar setiap baris.
Perintah TTITLE mendefinisikan judul atas, perintah BTITLE mendefinisikan judul bawah. Perintah TTITLE atau BTITLE terdiri dari nama perintah TTITLE atau BTITLE diikuti oleh satu atau lebih klausa menentukan posisi atau format dan nilai CHAR Anda ingin menempatkan di posisi itu atau memberikan format tersebut. Anda dapat menyertakan beberapa set klausa dan nilai-nilai CHAR:
TTITLE pos_clause (s) char_value pos_clause (s) char_value ...
Atau
BTITLE pos_clause (s) char_value pos_clause (s) char_value ...
Untuk deskripsi dari semua TTITLE dan klausa BTITLE, lihat diskusi TTITLE dalam bab 6 dari `` SQL * Plus Panduan Pengguna dan''Referensi. Klausul yang paling sering digunakan TTITLE dan BTITLE adalah sebagai berikut:
n COL Membuat nilai CHAR selanjutnya muncul dalam kolom tertentu baris.
SKIP n melompat ke kali n baris baru.
KIRI Waktu-meluruskan nilai CHAR berikut.
Pusat CENTER nilai CHAR berikut.
HAK kanan meluruskan nilai CHAR berikut.
2.PL/SQL
PL/SQL (Procedural Language/Structured Query Language) merupakan sebuah penggabungan antara bahasa pemrograman prosedural (PL) dan SQL syntax. PL/SQL adalah fasilitas yang disediakan Oracle sehingga pengguna dapat memanfaatkan konsep pemrograman. Dalam PL/SQL dapat digunakan perintah untuk memanipulasi data yang ada dalam database Oracle. PL/SQL membentuk pemrograman terstruktur dalam memproses data.
Beberapa kelebihan PL/SQL dalam database Oracle :
• PL/SQL dapat digunakan di server sehingga client hanya dapat mengakses didalam server.
• Penggunaan PL/SQL mudah dimengerti oleh setiap pengguna.
• PL/SQL dapat didesain khusus untuk database Oracle dalam menggunakan program aplikasi.
Aturan penulisan:
• Dapat ditulis dalam beberapa baris (tidak harus dalam satu baris perintah)
• Dapat berupa nested blok
• Karakter dan literal diapit oleh tanda kutip
• Setiap perintah/blok diakhiri dengan titik koma(;)
• Komentar diawali dengan tanda min dua kali(--) atau diapit dengan tanda /*…*/
• Pemberian nilai menggunakan :=
• Dapat menggunakan Bind Variable
• Tanda garis miring(/) berarti “run”
Struktur PL/SQL
Struktur PL/SQL mirip dengan struktur bahasa pascal atau delphi yang menggunakan struktur blok, sehingga akan mempermudah pengertian dalam pemrograman dengan PL/SQL. Struktur Blok berisi perintah SQL dengan kondisi yang berbeda. Perintah PL/SQL dapat menangani kesalahan saat dijalankan. Setiap pengetikan dengan menggunakan PL/SQL dalam SQL*Plus selalu diakhiri dengan tanda /(slash). Sintaks penggunaan PL/SQL adalah sebagai berikut :
Declare
Begin
Exception
End
Pemanggilan PL/SQL :
• Langsung dari SQL Plus
• Dari Aplikasi
• Dari PL/SQL lainnya
Sub Program :
a. Nama dari blok PL/SQL yang dapat menerima parameter dan dapat dipanggil terdapat dua jenis:
• Sebuah prosedur yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan tertentu
• Sebuah fungsi yang digunakan untuk menghitung suatu nilai
b. Menggunakan struktur blok PL/SQL standart
c. Modular dapat dipergunakan berulang-ulang, ditingkatkan/dikembangkan dan mudah dalam perawatan.
Struktur diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Bagian Judul (Header)
Bagian ini hanya digunakan jika PL/SQL diberikan nama,misalnya untuk prosedur atau fungsi. Bagian ini berisi nama blok,daftar parameter, dan pengembalian hasil (return) jika blok adalahfungsi.
2. Bagian Deklarasi (declaration)
Bagian ini untuk membuat deklarasi mengenai semua variable dan konstanta yang direferensikan dalam pernyataan PL/SQL. Bagian deklarasi ini dimulai dengan perintah DECLARE. Jika tidak ada variable atau konstanta yang ingin dideklarasikan bagian ini boleh dihilangkan, bersifat optional.
3. Bagian Eksekusi (Execution)
Bagian ini memuat pernyataan-pernyataan PL/SQL yang akan ditulis. Bagian eksekusi ini harus dimulai dengan perintah BEGIN.
4. Bagian Perkecualian (Exception)
Bagian ini memuat cara menangani kesalahan-kesalahan (error) pada waktu eksekusi program PL/SQL, bersifat optional. Jika program tidak memuat cara menangani kesalahan, bagian ini boleh dihilangkan.Setiap pernyataan PL/SQL harus diakhiri dengan tanda titik koma(;) dan semua program PL/SQL harus diakhiri dengan perintah END.
Bentuk Umum Struktur PL/SQL
DECLARE
variabel tipe_data;
konstanta CONSTANT tipe_data := nilai;
...
BEGIN
statement_1;
statement_2;
...
EXCEPTION
WHEN nama_eksepsi THEN statement_untuk_mengatasi_error;
...
END;
DBMS_OUTPUT merupakan paket yang disediakan oleh Oracle PL / SQL dan PUT_LINE merupakan salah satu prosedur yang dikemas. Menampilkan nilai-nilai pada SQL Plus * terminal yang harus diaktifkan dengan SERVEROUTPUT SET ON terlebih dahulu. Untuk menjalankan kode sampel ini, login ke SQL * Plus. PL / SQL blok diakhiri dengan tanda garis miring / atau garis byitself.
Tipe Data
a. Tipe Data dasar :
• Numerik
• NUMBER, BINARY_INTEGER, DEC, DOUBLE PRECISION, INTEGER, INT, NUMERIC, REAL, SMALLINT
• Karakter
• VARCHAR2, CHAR, LONG
• DATE
• BOOLEAN
• ROWID
b. Tipe Data tambahan : RECORD, ARRAY
Type data yang dapat dikenali dalam PL/SQL dapat berupa type data SQL dan type data seperti :
1. BOOLEAN
Dipakai untuk menyatakan data logika, yaitu TRUE(benar), FALSE(salah), dan NULL(kosong).
2. BINARY_INTEGER
Digunakan untuk mendeklarasikan bilangan yang tidak mempunyai angka desimal. Tipe dataNATURAL dan POSITIVE merupakan subset dariBINARY_INTEGER.
3. %TYPE
Tipe data ini dipakai untuk menandakan bahwa variabelyang deklarasikan sama dengan tipe data dari kolom tabel tertentu.
4. %ROWTYPE
Tipe data ini menandakan bahwa sekelompok variabel adalah sama dengan tipe data darirow suatu tabel tertentu.
5. Tabel dan Record
Tipe data komposit untuk pemakaian yang lebih kompleks.
Variabel dan Konstanta
Pada bagian deklarasi ditempatkan variable dan konstanta yang dipakai oleh pernyataan PL/SQL yang dibuat.
• Variabel adalah sebuah peubah yang digunakan untuk menampung sebuah nilai di memori komputer. Dapat menerima nilai baru atau sebaliknya diubah pada saat program dieksekusi Bentuk Umum :
variable_name datatype [NOT NULL := value ];
Keterangan :
• Variable_name adalah nama variabel.
• Datatype adalah valid PL / SQL datatype.
• NOT NULL adalah sebuah spesifikasi opsional pada variabel.
• Nilai atau DEFAULT juga merupakan spesifikasi opsional, di mana anda bisa menginisialisasi variabel.
• Setiap deklarasi variabel adalah pernyataan terpisah dan harus diakhiri dengan titik koma.
Ketika variabel ditetapkan sebagai TIDAK NULL, Anda harus menginisialisasi variable ketika dideklarasikan. Contoh di bawah ini menyatakan dua variabel, salah satunya adalah tidak null.
Nilai variabel yang bisa berubah dalam pelaksanaan atau pengecualian bagian PL / SQL Block. Kita dapat menempatkan nilai ke variabel dalam dua cara yang diberikan di bawah ini.
1. Kita dapat langsung memberikan nilai pada variabel. Sintaks Umum adalah: variable_name:= value;
2. Kita dapat menempatkan nilai ke variabel langsung dari kolom database dengan menggunakan SELECT… INTO statement. INTO pernyataan.
• Konstanta
Digunakan untuk menyimpan sebuah nilai di memori komputer. Nilai yang disimpan bersifat tetap (konstan). Nilai ditentukan pada saat deklarasi dibuat sehingga nilainya tetap pada saat program dieksekusikan.
Contoh Deklarasi Konstanta :
DECLARE
pi CONSTANT real := 3.14;
lebar CONSTANT integer := 100;
Komentar
• Digunakan untuk memudahkan proses maintenance
• Jenis komentar :
• /* ... */ : untuk beberapa baris komentar
• -- ... : untuk satu bari komentar
Contoh :
/* Ini adalah komentar Oracle */
-- Ini juga komentar Oracle
PL/SQL (Procedural Language/Structure Query Language) adalah suatu blok yang berisi skrip-skrip bahasa prosedural. PL/SQL merupakan bahasa pemrograman procedural. PL/SQL dapat meningkatkan kinerja database
Struktur Blok PL/SQL
• Terdapat tiga bagian :
– Bagian pendeklarasian tipe data (opsional)
– Bagian penulisan perintah
– Bagian eksepsi (opsional)
PL / SQL mendukung variabel, kondisi, loop dan pengecualian. Array juga didukung, meskipun dengan cara yang agak tidak biasa, yang melibatkan penggunaan PL / SQL koleksi. PL / SQL koleksi adalah topik yang agak maju. Implementasi dari versi 8 dan seterusnya Oracle Database telah memasukkan fitur yang berhubungan dengan objek-orientasi. PL / SQL program unit (dasarnya kontainer code) dapat dikompilasi ke database Oracle. Pemrogram sehingga dapat menanamkan PL / SQL unit fungsionalitas ke dalam database secara langsung. Mereka juga dapat menulis skrip yang berisi PL / SQL program unit yang dapat membaca ke database menggunakan alat Oracle SQL * Plus.
Setelah unit program telah disimpan ke dalam database, mereka menjadi tersedia untuk eksekusi di lain waktu. Sementara programmer dapat dengan mudah menanamkan Data Manipulation Language (DML) laporan langsung ke / kode mereka PL SQL lurus ke depan dengan menggunakan statemen SQL, Data Definition Language (DDL) membutuhkan lebih kompleks "Dynamic SQL" pernyataan yang akan ditulis dalam kode / PL SQL. Namun, pernyataan DML mendukung mayoritas PL / SQL code dalam aplikasi perangkat lunak khas.
Dalam kasus PL / SQL SQL dinamis, versi awal dari Database Oracle diperlukan penggunaan perpustakaan paket DBMS_SQL rumit Oracle. versi lebih baru memiliki namun memperkenalkan sederhana "Native Dynamic SQL", bersama dengan sintaks terkait SEGERA MELAKSANAKAN.
Oracle Corporation lazim menambah fungsionalitas setiap rilis paket dengan berturut-turut dari Database Oracle.
TPengecualian, kesalahan yang timbul selama pelaksanaan kode, memiliki satu dari dua jenis:
1. TPredefined pengecualian
2. TDitetapkan pengguna pengecualian.
Tipe data utama dalam PL / SQL termasuk NOMOR, INTEGER, CHAR, VARCHAR2, DATE, TIMESTAMP, dll TEKS. Fungsi di PL / SQL adalah kumpulan SQL dan / PL SQL laporan yang melakukan tugas dan harus mengembalikan nilai ke lingkungan menelepon. fungsi yang didefinisikan pengguna digunakan untuk melengkapi ratusan fungsi yang dibangun oleh Oracle.Simak
Baca secara fonetik
Ada dua jenis fungsi dalam PL / SQL. Fungsi tradisional ditulis dalam bentuk:
TCREATET TORT TREPLACET TFUNCTIONT TT T[(TinputT/Toutput variable declarationsT)]T TRETURNT return_type
T[TTAUTHIDT TTT]T T
T[Tdeclaration blockT]
TBEGIN
T
TRETURNT T;
T[TTEXCEPTION
TEXCEPTIONT blockT]
TRETURNT T;
TENDTT;
Penulisan funsi tabel :
TCREATET TORT TREPLACET TFUNCTIONT TT T[(TinputT/Toutput variable declarationsT)]T TRETURNT return_type
T[TTAUTHIDT TTT]T T[TTTT]T T
T[Tdeclaration blockT]
TBEGIN
T
PIPE TROWT T;
TRETURNTT;
T[TTEXCEPTION
TEXCEPTIONT blockT]
PIPE TROWT T;
TRETURNTT;
TENDTT;
• Numeric variables
variable_name NUMBER(P[,S]) := VALUE;
Tuntuk mendefinisikan sebuah variabel numerik, programmer menambahkan para NOMOR tipe variabel dengan definisi nama. Untuk menentukan presisi (opsional) (P) dan skala (opsional) (S), salah satu lebih lanjut dapat menambahkan ini dalam kurung bulat, dipisahkan dengan koma. ("Precision" dalam konteks ini mengacu pada jumlah digit yang variabel dapat menahan, "skala" mengacu pada jumlah digit yang dapat mengikuti titik desimal.)T TSebuah pilihan tipe data lain untuk variabel numerik akan mencakup: binary_float, binary_double, Desember, desimal presisi, double, float, integer, int, numerik, nyata, smallint, binary_integer
• TCharacter variables
variable_name TVARCHAR2TT(TLT)T T:=T T'Text'TT;
TUntuk mendefinisikan sebuah variabel karakter, programmer biasanya menambahkan para VARCHAR2 tipe variabel dengan definisi nama. Ada berikut dalam kurung jumlah karakter maksimum yang dapat menyimpan variabel. Tipe data lain untuk variabel karakter meliputi: varchar, char, panjang, mentah, panjang mentah, nchar, nchar2, CLOB, gumpalan, bfile
TPL / SQL fungsi analogi ke tertanam bahasa prosedural yang terkait dengan database relasional lainnya. Sybase ASE dan Microsoft SQL Server telah Transact-SQL, PostgreSQL memiliki PL / DB2 pgsql (yang mencoba untuk meniru PL / SQL ke mana), dan IBM termasuk SQL prosedural Bahasa, [3] yang sesuai dengan / standar SQL ISO SQL PSM .T TPara desainer dari PL / SQL model sintaks pada bahwa Ada. Baik Ada dan PL / SQL memiliki Pascal sebagai nenek moyang yang sama, dan PL / SQL juga menyerupai Pascal dalam berbagai aspek. Struktur paket / PL SQL mirip struktur Pascal program dasar atau unit Borland Delphi. Pemrogram dapat mendefinisikan data global-jenis, konstanta dan variabel statis, publik dan swasta, dalam sebuah paket / PL SQL.T
TPL / SQL juga memungkinkan untuk definisi kelas dan instantiate ini sebagai obyek dalam PL / SQL code. Ini menyerupai penggunaan dalam bahasa pemrograman berorientasi objek seperti Object Pascal, C dan Java. PL / SQL merujuk kepada kelas sebagai suatu "Abstrak Data Type" (ADT) atau "User Defined Type" (UDT), dan mendefinisikan sebagai tipe data SQL Oracle-sebagai lawan jenis / PL SQL yang ditetapkan pengguna, yang memungkinkan yang digunakan baik dalam Engine Oracle SQL dan Oracle PL / SQL engine. Constructor dan metode dari Tipe Data Abstrak ditulis dalam PL / SQL. The Tipe Data Abstrak dihasilkan dapat beroperasi sebagai kelas objek dalam PL / SQL. objek tersebut juga dapat bertahan sebagai nilai-nilai kolom dalam tabel database Oracle.
TPL / SQL pada dasarnya berbeda dari Transact-SQL, meskipun kesamaan dangkal. Porting kode dari satu ke yang lain biasanya melibatkan kerja non-sepele, bukan hanya karena perbedaan dalam fitur set dari dua bahasa, tetapi juga karena perbedaan yang sangat signifikan dalam cara menangani Oracle dan SQL Server dengan concurrency dan penguncian.T
TProyek Fyracle bertujuan untuk memungkinkan eksekusi PL / SQL code dalam open-source database Firebird.
Pembahasan kali ini menunjukkan kepada kita bagaimana menyusun aliran kontrol melalui program PL/SQL. Kita akan mempelajari bagaimana perintah-perintah dihubungkan dengan struktur-struktur kontrol sederhana namun powerful, yang memiliki Tsingle entryT dan Texit pointT. Secara bersama-sama, struktur-struktur ini dapat menangani berbagai situasi. Penggunaan yang tepat akan menghasilkan program terstruktur yang baik. Keuntungan Penggunaan PL/SQL
• Integrasi
– Memungkinkan Aplikasi dan Oracle Server menggunakan Library yang dapat digunakan bersama-sama dalam bentuk stored procedure
– Peningkatan Kinerja
– Penggunaan PL/SQL, memungkinkan pengiriman perintah secara blok dalam satu perintah yang secara drastis dapat menurunkan trafik jaringan
– Modular. Bentuk modular memungkinkan banyak kemudahan yang dapat diperoleh
– Portable. PL/SQL adalah sarana yang asli dimiliki oleh Oracle Server, artinya, program PL/SQL dapat dengan mudah dipindahkan dari satu Oracle Server ke Oracle Server lainnya, meskipun dengan OS atau platform yang berbeda.
– Dapat mendeklarasikan Variable
– Dapat berupa Variable, Constant, Cursor dan Exception
– Penggunaan variable/identifier sangat memudahkan dalam membuat suatu perintah. Misalkan untuk membaca hasil suatu perintah SELECT untuk diproses dan hasilnya digunakan untuk melakukan proses lainnya
– Dapat menggunakan Struktur Kontrol :LOOP, FOR, WHILE
– Dapat menangani Error
– Error bisa dihasilkan/dibangkitkan oleh Oracle
– Server atau bisa dibangkitkan sendiri dengan sengaja
– Untuk mengantisipasi berbagai hal yang barangkali sulit untuk ditangani secara langsung menggunakan kontrol program
Langganan:
Postingan (Atom)